Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Puisi

  • Puisi-Puisi Dwita Utami

    DI PONDOK KOPI KUGADAI SEPI PADA SECANGKIR ES KOPI genggam tanganku, itu remuk batinku jangan paksa bersinar mataku bukan matahari,…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Rifqi Septian Dewantara

    Nulipara aku meraba-raba diriku sebagai wujud yang cacat, menelusuri lorong waktu, menemui dua pintu yang saling mengintip dari kejauhan, cahaya…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Salwa Nurul Fajriah

    Bualan Petinggi Pertiwi Pernahkah mereka berjanji? Menjamin setiap mimpi akan terjadi? Ya, ia bersumpah dengan kemampuan yang dimiliki. Pernahkah pula…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi S. Sigit Prasojo

    Rumah Tanpa Tanggal Lahir   Aku tinggal di ruang yang tak pernah tahu kapan dibangun— seperti pertanyaan yang tidak dilahirkan…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Santi Maulana Aria

    Titik Biru Pucat kulihat rumah dari jendela langit: hanya setitik debu biru melayang dalam gelap di titik itu bayi pertama…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Vito Prasetyo

    Risalah Hati yang Retak Malam tidak terlihat samar ditelan angin detak waktu seperti tidak ada bedanya dengan denyut nadi berpacu…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Renta Ivone Dewi Arimbi Situmorang

    Apa Aku Juga Harus Begitu? Antar anak sekolah, lap ingus yang keleleran, bikin kopi suami kopi cap suami, atau mengkopi…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Giffari Arief

    Tandaskan Tubuhku di Terang Tubuhmu Tandaskan tubuhku di terang tubuhmu berkali-kali meskipun beberapa hal terus ditahankan meskipun beberapa wujud mengunci…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Nur Indah Sutriyah

    Pilah i kau datang dengan musim yang menggigilkan tubuh membawa keluhan serupa gumpalan kabut ruang klinik adalah altar paling sunyi…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Heri Isnaini

    HUJAN SORE INI aku melihat kau di setiap tetes hujan mengenakan topi dan mantel yang kusam apakah kau tahu aku…

    Selengkapnya »
Back to top button

Konten dilindungi!