Puisi
-
Puisi-Puisi Saiful Bahri
Ingatan Masih kuingat retak bibirmu di punggung waktu Segaris gelap di langit tubuhmu Menjelma sayap menerbangkan engkau ke otakku Serupa…
-
Puisi-Puisi Satmoko Budi Santoso
Gibran Membeli Bakso Gibran membeli satu mangkok bakso daging sapi. Dimakan bersama sunyi, sepi, dan sendiri yang memang diinginkan. “Bagaimana…
-
Puisi-Puisi Dwita Utami
DI PONDOK KOPI KUGADAI SEPI PADA SECANGKIR ES KOPI genggam tanganku, itu remuk batinku jangan paksa bersinar mataku bukan matahari,…
-
Puisi-Puisi Rifqi Septian Dewantara
Nulipara aku meraba-raba diriku sebagai wujud yang cacat, menelusuri lorong waktu, menemui dua pintu yang saling mengintip dari kejauhan, cahaya…
-
Puisi-Puisi Salwa Nurul Fajriah
Bualan Petinggi Pertiwi Pernahkah mereka berjanji? Menjamin setiap mimpi akan terjadi? Ya, ia bersumpah dengan kemampuan yang dimiliki. Pernahkah pula…
-
Puisi-Puisi S. Sigit Prasojo
Rumah Tanpa Tanggal Lahir Aku tinggal di ruang yang tak pernah tahu kapan dibangun— seperti pertanyaan yang tidak dilahirkan…
-
Puisi-Puisi Santi Maulana Aria
Titik Biru Pucat kulihat rumah dari jendela langit: hanya setitik debu biru melayang dalam gelap di titik itu bayi pertama…
-
Puisi-Puisi Vito Prasetyo
Risalah Hati yang Retak Malam tidak terlihat samar ditelan angin detak waktu seperti tidak ada bedanya dengan denyut nadi berpacu…
-
Puisi-Puisi Renta Ivone Dewi Arimbi Situmorang
Apa Aku Juga Harus Begitu? Antar anak sekolah, lap ingus yang keleleran, bikin kopi suami kopi cap suami, atau mengkopi…
-
Puisi-Puisi Giffari Arief
Tandaskan Tubuhku di Terang Tubuhmu Tandaskan tubuhku di terang tubuhmu berkali-kali meskipun beberapa hal terus ditahankan meskipun beberapa wujud mengunci…









