Puisi
-
Puisi-Puisi Zikri Amanda Hidayat
Putri Malu Cinta bersemayam di sepasang mataku Lalu khusyuk hendak menangkap tatapanmu Kau bagai bunga putri malu Kuncup, ketika suaraku…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Ahmad Rizki
Duh, Mutia laki-laki dan perempuan adalah dua kabut yang berkabung dalam bahasa: sunyi yang berdesakan di halte bus kota sebuah…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Dewis Pramanas
AKU MENCINTAIMU DENGAN SABAR perjalanan kita masih panjang seperti lautan yang tiada bertepi aku bahkan masih belajar pada ombak bagaimana…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Lusa Indrawati
Patah Sebab patah adalah jatuh Hati teriris kesedihan luruh Sebab patah adalah Menanam benih harapan Tumbuh menjulang Memetik rasa sakit…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Yoga Dzulkarnain
MALMING Malming menggigil memanggilmu tanpa satu pelukan bertamu hening membingkai perjumpaan yang telah layu di pintu gerbang para pelacur kata…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Putu Oka Sukanta
SAMPAH REPUBLIK Di kala negeriku gelap Rumah mewah itu gemerlap Di kala rakyat kelaparan Mereka muntah kekenyangan Di kala masyarakat…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Zajima Zan
Orang-orang Aikmel Leluhur kami orang lang-lang, prajurit Selaparang yang mengikat dendam di kening yang melingkarkan mantra-mantra di sarung kelewang Ketika…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Riska Widiana
WANITA YANG TAK BERHENTI BERLARI Mimpi-mimpi menumpuk bagai guguran daun Di dalam kepala yang bundar Katanya, sambil menyalakan api Pagi-pagi…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi M.Z. Billal
PELUKAN-PELUKAN YANG KITA LEPASKAN KEMARIN adalah pertanyaan-pertanyaan yang kita kurung dalam sangkar dada lalu menjelma burung-burung kenari. barangkali untuk waktu…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi M Abdul Roziq
SAJAK YANG DIPATAHKAN Kau dulu bangga jadi kursi. Dibuat dari kayu jati terbaik hutan utara, dipernis oleh tangan-tangan tukang yang…
Selengkapnya »









