Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Puisi

  • Puisi-Puisi Zikri Amanda Hidayat

    Putri Malu Cinta bersemayam di sepasang mataku Lalu khusyuk hendak menangkap tatapanmu Kau bagai bunga putri malu Kuncup, ketika suaraku…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Ahmad Rizki

    Duh, Mutia laki-laki dan perempuan adalah dua kabut yang berkabung dalam bahasa: sunyi yang berdesakan di halte bus kota sebuah…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Dewis Pramanas

    AKU MENCINTAIMU DENGAN SABAR perjalanan kita masih panjang seperti lautan yang tiada bertepi aku bahkan masih belajar pada ombak bagaimana…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Lusa Indrawati

    Patah Sebab patah adalah jatuh Hati teriris kesedihan luruh Sebab patah adalah Menanam benih harapan Tumbuh menjulang Memetik rasa sakit…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Yoga Dzulkarnain

    MALMING Malming menggigil memanggilmu tanpa satu pelukan bertamu hening membingkai perjumpaan yang telah layu di pintu gerbang para pelacur kata…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Putu Oka Sukanta

    SAMPAH REPUBLIK Di kala negeriku gelap Rumah mewah itu gemerlap Di kala rakyat kelaparan Mereka muntah kekenyangan Di kala masyarakat…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Zajima Zan

    Orang-orang Aikmel Leluhur kami orang lang-lang, prajurit Selaparang yang mengikat dendam di kening yang melingkarkan mantra-mantra di sarung kelewang Ketika…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Riska Widiana

    WANITA YANG TAK BERHENTI BERLARI Mimpi-mimpi menumpuk bagai guguran daun Di dalam kepala yang bundar Katanya, sambil menyalakan api Pagi-pagi…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi M.Z. Billal

    PELUKAN-PELUKAN YANG KITA LEPASKAN KEMARIN adalah pertanyaan-pertanyaan yang kita kurung dalam sangkar dada lalu menjelma burung-burung kenari. barangkali untuk waktu…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi M Abdul Roziq

    SAJAK YANG DIPATAHKAN Kau dulu bangga jadi kursi. Dibuat dari kayu jati terbaik hutan utara, dipernis oleh tangan-tangan tukang yang…

    Selengkapnya »
Back to top button

Konten dilindungi!