Puisi
-
Puisi-Puisi Isbedy Stiawan ZS
KAU YANG MENEMANI kepada kau yang menemani malam mingguku; cukuplah waktu jadi kawan dan sekadar makan lalu susun percakapan tentang…
-
Parade Puisi Chie Setiawati, Dewis Pramanas, Erna Muti’rofianas, Anindya Bella Leilani Putri
Chie Setiawati: Kepada Pemilik Mei Mengertilah… Dinding kamar telah jemu merekam raung Sejak langkahmu tak ragu berlalu Meninggalkan rindu paling…
-
Parade Puisi Ika Permata Hati, Mira MM Astra, Khairani Piliang
Ika Permata Hati: ENDOMETRIOSIS (YANG KEMBALI YANG TAK PERNAH PERGI) dia kembali mengaburkan batas-batas sakit yang pernah tertulis dalam kitab…
-
Parade Puisi Anto Narasoma, Ida Bagus Putu Widhy Wardhana, Mochamad Chazienul Ulum
ANTO NARASOMA Catatan Terakhirmu, Ibu kau bawa senyum itu, setelah usiamu rindu ke kampung keabadian yang lama tak memberi kabar…
-
Puisi-Puisi Maria Utami
Catatan Si Penanak Nasi Aku hanya penanak nasi di sudut ruang dalam rumah ini. Tapi kupunya indera mata juga telinga…
-
Puisi-Puisi Bima Yuswa
Ngaben kita terlahir dari perut dermaga ditolong tangan bidan tua, nama-nama yang kelak berpulang—dilarung dengan bahasa ombak lihatlah sebelum biduk…
-
Puisi-Puisi Dahta Gautama
PEREMPUAN ITU ADALAH HIKARI Matamu cahaya, dan aku lemah di hadapanmu, seperti ujung tangkai Ezomatsu ketika ditimpa salju. Engkau sangat…
-
Puisi-Puisi S. Kamar
Menuju Kota Puisi di tempat sandar. semakin dekat menuju kapal kerumunan ikan-ikan kecil. bulir-bulir menghempas karang. kelasi menarik tambang. kapal…









