Balipolitika.com- Tim nasional Argentina sedikit lebih diunggulkan saat bersua tim nasional Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2026. Laga penuh gengsi dua musuh bebuyutan ini akan digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. Duel panas perebutan tiket final dijadwalkan bergulir Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02:00 WIB.
Kedua tim menguras fisik ekstra untuk sampai ke fase ini. Singkatnya, Inggris melaju seusai membungkam Norwegia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu.
Argentina turut memeras keringat di babak delapan besar kemarin. Skuad Tango mengandaskan Swiss 3-1 lewat drama perpanjangan waktu di Kansas City.
Argentina sedikit lebih diunggulkan untuk memenangi laga kontra Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Menurut data bursa prediksi terbaru Kalshi, probabilitas kelolosan skuad Albiceleste mencapai 54 persen. Sebaliknya, Tiga Singa menempel ketat di angka 51 persen. Duel penuh gengsi dua musuh bebuyutan.
Kedua tim sukses mengamankan tiket babak empat besar setelah memenangi laga perempat final secara terpisah melalui babak perpanjangan waktu. Inggris menyudahi perlawanan Norwegia 2-1 di Miami Stadium. Sementara itu, Argentina mengandaskan Swiss 3-1 di Arrowhead Stadium. Pertandingan tersebut diwarnai drama kartu merah.
Badan tertinggi FIFA menerapkan kebijakan netralitas korps wasit secara ketat untuk laga semifinal ini. Wasit asal kedua negara dilarang keras memimpin jalannya pertandingan. Dasar aturan resmi tersebut merujuk pada sejarah ketegangan politik Perang Falkland tahun 1982. Langkah antisipatif. FIFA ingin menghindari potensi tuduhan bias di luar sepak bola.
Thomas Tuchel diprediksi mempertahankan poros pertahanan kokoh timnas Inggris. Pelatih asal Jerman itu akan mengandalkan formasi klasik 4-3-3 di lapangan. Fokus utama mereka disinyalir saat ini adalah mempercepat pemulihan fisik para pemain selepas laga perempat final.
Posisi penjaga gawang utama tetap dipercayakan penuh kepada kiper Jordan Pickford. Kuartet lini belakang diisi John Stones, Marc Guehi, Ezri Konsa, serta bek kiri Nico O’Reilly. Ketat sekali. Sektor gelandang akan dikomandoi oleh Declan Rice selaku jangkar perisai pertama pelindung bek tengah. Elliot Anderson dan Jude Bellingham bertugas menyokong pergerakan lini depan. Penyerangan bertumpu pada Noni Madueke, Anthony Gordon, dan kapten Harry Kane.
Lionel Scaloni diyakini tetap memakai formasi bunglon 4-1-3-2 yang sangat fleksibel. Pola ini sangat agresif saat mengalirkan bola ke depan. Skuad Argentina siap tampil menekan. Kiper Emiliano Martinez menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang.
Benteng pertahanan Albiceleste dikawal duet bek tengah Cristian Romero dan Lisandro Martinez. Sisi sayap ditempati Nahuel Molina serta Nicolas Tagliafico. Leandro Paredes bertindak sebagai gelandang bertahan tunggal. Selanjutnya, trio Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, dan Enzo Fernandez akan mengatur ritme permainan tengah. Lini depan menduetkan maestro Lionel Messi dengan striker muda Julian Alvarez.
Kabar baik berembus bagi kedua timnas menjelang duel akbar di Atlanta. Seluruh pemain pilar dipastikan bebas dari hukuman akumulasi skorsing. Aturan baru FIFA melakukan pemutihan penuh kartu kuning tepat setelah babak delapan besar usai. Semua pemain siap tampil.
Kondisi Rice dilaporkan fit 100 persen pascasembuh dari gejala sakit ringan. Lagipula, cedera lutut Romero juga telah membaik setelah bermain penuh 120 menit. Laga dipastikan berjalan dengan kekuatan terbaik.
Statistik Delapan Besar
Menilik statistik babak 8 besar, Inggris tampil dominan saat menyingkirkan skuad Norwegia. Penguasaan bola mereka mencapai 53 persen berbanding 47 persen milik lawan. Kreatif. Skuad Tiga Singa mencatatkan total 14 tembakan sepanjang laga berlangsung. Sebanyak 8 sepakan di antaranya tercatat tepat mengarah ke gawang.
Akurasi operan Kane dkk juga sangat rapi menyentuh angka 91 persen. Total operan sukses mereka berada di angka 606 operan dari seluruh aliran bola. Tetapi, lini serang Inggris sering terperangkap taktik jebakan offside lawan hingga lima kali.
Sebaliknya, pertahanan Inggris bermain sangat bersih dengan hanya membuat 8 pelanggaran di lapangan. Mereka bersih dari kartu. Hanya saja, serangan sayap lawan menghasilkan 7 tendangan sudut ke gawang Pickford. “Pertahanan kami sangat solid mengantisipasi bola mati,” pungkas bek John Stones.
Argentina sangat mendominasi jalannya pertandingan saat mengandaskan perlawanan ketat timnas Swiss. Statistik mencatat skuad Tango menguasai 59 persen aliran bola sepanjang pertandingan. Angka superior. Pasukan Scaloni melepaskan total 23 tembakan ke pertahanan rapat musuh. Sebanyak 7 tembakan berstatus tepat sasaran.
Aliran bola pendek antarpemain menghasilkan total 616 operan sukses di lapangan hijau. Tingkat akurasi operan Messi cs menyentuh angka 88 persen. Rapi sekali. Namun, lini belakang Argentina sempat kecolongan satu gol akibat serangan balik cepat.
Mereka juga tercatat membuat 14 pelanggaran serta menerima 3 kartu kuning. Beruntung tidak ada kartu merah. Lini depan Argentina empat kali terperangkap posisi offside pertahanan lawan. Skuad Tango memenangi 8 sepak pojok.
Berdasarkan perbandingan performa, laga semifinal ini diproyeksikan akan berjalan sangat seimbang. Superkomputer Opta menempatkan peluang juara Argentina di angka 17,3 persen. Skuad Tiga Singa menempel ketat lewat persentase 16,5 persen di bawahnya. Selisih tipis.
Inggris merupakan tim paling banyak menciptakan peluang emas sepanjang fase gugur turnamen. Bellingham sedang on-fire lewat torehan gol-gol krusialnya dari lini kedua. “Kami harus mewaspadai transisi cepat mereka,” kata Tuchel menegaskan.
Tetapi, Argentina memiliki keunggulan psikologis yang sangat besar atas Inggris di momen krusial. Faktor mental juara dunia serta pengalaman turnamen menjadi modal utama mereka. Lionel Messi memimpin perburuan sepatu emas dengan koleksi 8 gol. Tajam.
Jika laga harus diselesaikan lewat adu penalti, sejarah berpihak penuh pada Argentina. Head-to-head mencatat Albiceleste unggul 1-0 atas Inggris pada babak penalti Piala Dunia 1998. Keberadaan Dibu Martinez sebagai kiper spesialis penalti memperkuat dominasi psikologis itu. Beban berat bagi Inggris.
Pada akhirnya, mayoritas pengamat memperkirakan laga akan berakhir imbang pada waktu normal 90 menit. Argentina diprediksi menang tipis 2-1 di babak tambahan. Penguasaan ritme permainan menjadi kunci pembeda. Tapi ini juga bisa berbanding terbalik, karena konsistensi Inggris di sepanjang babak fase gugur. Pengamat lain, mengakui ketika Inggris bermain konsisten dan tidak di Bawah tekanan seperti saat melawan Norwegia, maka akan dapat melumat Argetina juga dengan skor tipis. Entah 1-0 atau 2-1.
Perkiraan Susunan Pemain
Timnas Inggris (Formasi: 4-3-3)
Jordan Pickford; Ezri Konsa, John Stones, Marc Guéhi, Nico O’Reilly; Declan Rice, Elliot Anderson, Jude Bellingham; Noni Madueke, Anthony Gordon, Harry Kane.
Pelatih: Thomas Tuchel.
Timnas Argentina (Formasi: 4-1-3-2)
Emiliano Martínez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martínez, Nicolás Tagliafico; Leandro Paredes; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernández; Lionel Messi, Julián Álvarez.
Pelatih: Lionel Scaloni. (BP/CHA).













