Puisi
-
Puisi-Puisi Wiwit Atra Putra
Pengakuan hatiku, barangkali medan magnet yang retak, menarik rindu dari bentangan jarak. bayangan yang bersisa mengalir di membran…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Syeftyan Afat
Di Hamparan Senja Tubuhmu mendirikan bentangan bagi ketiadaan, seperti sungai purba yang hilang arusnya. Aku mengumpulkan sisa kehangatan di udara…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Desak Made Yunda Ariesta
Siapa yang Menjawab? Jari-jari terpeleset buat negeriku gaduh Hiruk pikuknya buat benangnya semakin kusut Desas-desus berakhir menghunus Desah-desah berakhir gelisah…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Jan Eduart Sipayung
Nafas Terakhir Seorang Kuli /1/ engkau, kuli yang jatuh dari tiang fondasi nafasmu berderak bersama debu semen darahmu menetes di…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Rezqie M.A. Atmanegara
MAKRIFAT AIR dengan sekali hela air-Mu terseraklah separuh bumi berhamburan manusia laksana huruf-huruf alif membentuk kalam-Mu yang agung Maha Kuasa…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Kardanis Mudawi Jaya
SELAMAT JALAN IGNATIUS DARMAWAN Senin malam menyambangimu Katamu, esok dokter memutuskan Untuk pengambilan lendir-lendir Yang mencair di paru-paru Dalam suara…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Yoga Zulkarnain
DI KOTA SAKIT INI Di kota yang pura-pura sakit ini penyair hanya bisa bertuhan pada ruang yang tak lagi riang…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Ahmad Maliki Mashar
ANGIN PADANG ILALANG Angin di padang ilalang itu Bertiup menerbangkan bunga-bunga putih Melayang ke rimba belantara Nyanyian burung-burung kecil Sayup-sayup…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Vito Prasetyo
Kuburan dalam Paragraf Sunyi siapa yang berani menatap sunyi? jika rembulan menggantung, nyaris tanpa busana seolah ada derap langkah yang…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Heru Patria
CINGKRANG Sepasukan itik, tanpa berkutik, berbaris baik Menuju satu titik, dilarang berbalik Meski dunia jungkir balik, itik tak melirik Adanya…
Selengkapnya »









