Balipolitika.com- Tim nasional Inggris akan berduel sengit melawan perwakilan Afrika, Republik Demokratik Kongo. Bentrokan babak 32 besar Piala Dunia 2026 ini terlaksana langsung di Atlanta Stadium, Amerika Serikat. Sesuai jadwal resmi, sepak mula dimulai hari Rabu (1/1) pukul 23.00 WIB nanti malam.
Regulasi knockout FIFA mewajibkan kedua tim saling membunuh demi tiket lolos fase 16 besar.
Laga penuh gengsi. Sebagai salah satu kandidat unggulan juara turnamen, Inggris melaju mulus tanpa kendala berarti. Skuad Tiga Singa menjuarai Grup L bermodal dua kemenangan plus satu hasil imbang.
Tren positif ini bertekad dilanjutkan oleh pasukan Thomas Tuchel pada pertandingan penting nanti. Sebaliknya, RD Kongo memiliki cerita perjalanan yang sangat kontras di fase grup kemarin.
Mereka terseok-seok menembus fase gugur. Nyaris gagal total. Satu hasil imbang kontra Portugal dan kekalahan tipis dari Kolombia sempat menyudutkan posisi mereka. Namun, kemenangan telak 3-1 atas Uzbekistan pada laga pamungkas menyelamatkan nasib anak asuh Sebastien Desabre.
Kongo akhirnya menggenggam kuota lolos lewat jalur predikat peringkat ketiga terbaik Grup K. Beruntung sekali.
Pertandingan malam nanti dipastikan mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola kedua negara peserta. Pasalnya, ini kali pertama mereka saling berhadapan di atas lapangan hijau. Belum pernah bertemu.
Di atas kertas, reputasi skuad Inggris memang jauh lebih diunggulkan memenangi pertandingan ini. Tetapi, performa Harry Kane dan kawan-kawan belakangan ini mendapat sorotan tajam.
Kritik pedas dari media lokal bertebaran pasca-laga kontra Ghana yang berakhir imbang 0-0.
Tiga Singa terlihat sangat frustrasi membongkar taktik low-block rapat milik tim perwakilan Afrika. Lagipula, permainan fisik keras lawan membuat alur serangan Inggris macet total.
Situasi serupa akan kembali mereka hadapi malam nanti. Kongo punya modal kuat.
Organisasi pertahanan yang digalang Desabre terbukti sangat kokoh dengan hanya kebobolan tiga gol. Menariknya, barisan bek mereka diisi oleh nama-nama familier seperti Axel Tuanzebe dan Chancel Mbemba.
Ada pula Artur Masuaku. Ketiganya mengenal dengan sangat baik karakter gaya bermain punggawa Timnas Inggris. Hal itu dikarenakan mereka memiliki rekam jejak karier yang cukup lama di Premier League. Singkatnya, tidak ada rahasia taktik yang tersisa bagi lini serang Tiga Singa.
Inggris wajib bersiap menghadapi perang fisik yang sangat alot di Atlanta nanti malam. Jangan ceroboh.
Menjelang laga krusial ini, kubu Inggris dihantam kabar buruk di sektor pertahanan kanan mereka. Reece James dipastikan absen akibat cedera parah.
Kondisi Jarrel Quansah juga sempat meragukan akibat mengalami masalah serupa saat sesi latihan resmi.
Namun, Tuchel tetap optimistis sang bek muda bisa pulih tepat waktu sebelum laga dimulai. Sebaliknya, kondisi ruang ganti Kongo berada dalam tingkat kesiapan yang sangat sempurna.
Pasukan Desabre tidak memiliki kendala cedera pemain satu pun menjelang laga akbar ini. Kekuatan terbaik.
Dengan demikian, wakil Afrika itu siap tampil habis-habisan guna menciptakan kejutan besar di turnamen. Sistem permainan yang cair dan operan cepat wajib diciptakan Tuchel jika ingin menang.
Kualitas individu pemain bintang saja tidak akan cukup meruntuhkan kedisplinan tinggi pertahanan lawan.
Atmosfer ketegangan di sekitar stadion Atlanta sudah mulai terasa sejak pagi hari ini, pungkas panitia pelaksana. Redaksi memprediksi laga ketat ini akan berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Inggris.
Inggris diprediksi menurunkan Pickford, Spence, Konsa, Guehi, O’Reilly, Anderson, Rice, Saka, Bellingham, Rashford, serta Kane.
RD Kongo membalas lewat susunan Mpasi-Nzau, Wan-Bissaka, Tuanzebe, Mbemba, Kapuadi, Masuaku, Moutoussamy, Sadiki, Kayembe, Wissa, dan Bakambu, (BP/CHA).










