BALI, Balipolitika.com – Seorang anak berusia 6 tahun berinisial SYS meninggal dunia, dugaan akibat tenggelam di privat pool di Kecamatan Kintamani, Bangli, Senin (13/7).
Korban yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, menginap di cabin yang lengkap kolam privat tersebut bersama orang tuanya.
“Kami menerima laporan kemarin, Selasa (14/7) dan telah memeriksa lokasi dan para saksi. Kami dapat sampaikan bahwa penyebab kematian korban dugaan akibat tenggelam yang mana mengalami kekurangan oksigen.
Ini terlihat juga dengan hasil pemeriksaan luar oleh tim medis, yang menemukan busa halus pada mulut dan hidung serta kulit membiru, tanpa adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkap Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Gede Gumiliarta.
Berdasarkan keterangan orang tua korban, SYS sempat berenang sendiri karena ibunya, Ros, 34, sedang berada di toilet. Kemudian, adik korban yang berusia 2 tahun juga minta buang air besar (BAB) sehingga ayahnya, FS, 34 menemani dan menggantikan pampers di toilet.
Setelah kembali, FS melihat SYS dalam keadaan tenggelam di kolam dengan kedalaman 130 sentimeter (cm) itu. Dia lantas berusaha menyelamatkan putrinya sembari meminta tolong. Begitu berhasil terangkat dari kolam, ayah korban yang merupakan seorang perawat dengan cekatan melakukan tindakan pertolongan medis darurat berupa RJP (Resusitasi Jantung Paru).
Namun, SYS tidak memberikan respon. Oleh karena itu, FS dengan staf penginapan membawanya ke Puskesmas Kintamani V. Setelah mendapatkan penanganan awal berupa BHD (Bantuan Hidup Dasar) dan penanganan medis selama satu jam, korban meninggal dunia.
Hasil visum atau pemeriksaan luar jenazah pun menyatakan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan saksi juga bahwa kolam privat dengan ukuran panjang 10 meter dan lebar 5 meter tersebut telah menyediakan pelampung lengan bagi anak-anak sebagai bentuk pengamanan.
Namun, tidak korban pakai. “Pihak keluarga korban telah menerima peristiwa meninggalnya korban sebagai sebuah musibah dan menolak untuk autopsi. Jenazah korban juga langsung ke Lombok, NTB pada hari Senin (13/7) malam,” tandas Iptu Gumiliarta. (BP/OKA)













