NASIONAL, Balipolitika.com – Jalan Buk Putih di Dusun Sumbersuko, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, kembali memakan korban jiwa.
Seorang remaja berusia 15 tahun berinisial CPP, warga Kecamatan Pesanggaran, meninggal dunia secara mengenaskan setelah sepeda motor yang korban kendarai hilang kendali dan menghantam pohon di tepi jalan pada Senin sore (29/6) sekitar pukul 15.40 WIB.
Tragedinya tak berhenti di sana. Korban yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Supra tanpa nomor polisi ternyata membonceng seorang bocah berusia 11 tahun berinisial AWM.
Akibat kecelakaan tunggal ini, bocah malang tersebut mengalami luka serius dan hingga kini masih tidak sadarkan diri di rumah sakit.
Kanit Gakkum Polresta Banyuwangi, Ipda Pepri Alfiyan, mengungkapkan bahwa motor korban melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan cukup tinggi.
Setibanya di lokasi kejadian yang kondisinya relatif lurus, kendaraan tiba-tiba oleng ke kiri. Dugaan kuat akibat tidak bisa menguasai laju kendaraan, motor keluar bahu jalan lalu menghantam pohon dengan sangat keras hingga kedua korban terpental beberapa meter ke aspal.
CPP mengalami cedera kepala berat dan meninggal dunia di Puskesmas Bangorejo. Mirisnya, rentetan kecelakaan di jalanan Banyuwangi seolah tidak ada habisnya.
Hanya berselang dua hari sebelumnya, Sabtu malam (27/6), kecelakaan maut serupa juga merenggut nyawa EKA (15) di Jalan Raya Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, setelah gagal menyalip kendaraan lain.
Fenomena mematikan ini menjadi tamparan keras bagi publik. Sampai kapan nyawa anak-anak di bawah umur harus terus melayang di jalanan akibat pembiaran.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi para orang tua, yang dengan mudahnya memberikan kunci motor kepada anak yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM. Nyawa bukan taruhan untuk sebuah kemudahan.
Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi masih menangani kasus ini dan telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. (BP/OKA)












