BALI, Balipolitika.com – Aksi nekat siswa terobos jalan, berujung petaka kembali terjadi.
Seorang pelajar perempuan berusia 16 tahun berinisial QDP, mengalami luka berat setelah nekat mengabaikan peringatan petugas sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) di Jalan Raya Bendungan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (1/7/2026) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.
Peristiwa bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat, bernomor polisi N 3119 TDO hendak menyeberang jalan dari arah selatan ke utara.
Di saat yang bersamaan, melaju sebuah dump truck Mitsubishi bernomor polisi N 8944 UZ dari arah barat ke timur yang Muhammad Yasin kendarai, warga Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang.
Petugas supeltas di lokasi sebenarnya sudah menghentikan laju motor korban, demi keamanan karena truk berukuran besar tersebut hendak melintas.
Namun, imbauan itu korban abaikan, dan ia tetap nekat menerobos masuk ke jalur utama. Karena jarak yang sudah terlampau dekat, benturan keras tidak terhindar. Motor korban terserempet bagian depan samping truk hingga membuatnya terjatuh ke aspal.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota, Iptu Zulkifli, membenarkan kronologi insiden tragis yang terjadi karena faktor kelalaian dan ketidakpatuhan pengendara motor tersebut.
“Korban menyeberang dari selatan ke utara. Saat itu sudah supeltas hentikan tetapi tetap menerobos. Sehingga terserempet dump truck yang melaju dari arah barat ke timur,” jelas Iptu Zulkifli.
Akibat kecelakaan tersebut, QDP mengalami dampak yang sangat fatal berupa luka robek serius di bagian kepala serta pendarahan aktif dari telinga.
Korban langsung terbawa ke RSUD Bangil, untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif. Sementara itu, kasus laka lantas ini telah Satlantas Polres Pasuruan Kota tangani, guna proses penyelidikan lebih lanjut. (BP/OKA)









