BALI, Balipolitika.com – Ganasnya perairan Bali, kembali memakan korban akibat abai terhadap peringatan alam.
Dua orang buruh asal Jember, Jawa Timur, bernama Roni Firmansyah (24) dan Dimas Hilman Hafizudin (21), hilang secara tragis, setelah terseret arus kuat saat nekat berenang di Pantai Greenbowl, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung, pada Minggu (28/6) siang.
Ironisnya, peristiwa ini terjadi di tengah peringatan keras dari pihak berwenang mengenai cuaca ekstrem laut Bali belakangan ini.
Sementara rekan-rekan korban selamat, karena memilih menyusuri pantai untuk mencari kepiting, kedua korban justru langsung tergulung ombak besar ke tengah laut tanpa sempat menyelamatkan diri.
Pencarian Drone Thermal Hasil Masih Nihil
Hingga Senin (29/6) sore, operasi besar-besaran Basarnas Bali bersama tim gabungan masih belum membuahkan hasil. Petugas bahkan telah mengerahkan teknologi canggih mulai dari drone thermal untuk menyisir area udara tebing hingga alat AquaEye demi mendeteksi objek di bawah permukaan air.
Saking luasnya dampak sapuan arus, penyisiran darat terpaksa hingga radius dua kilometer ke arah barat dan timur garis pantai.
“Selama sebulan terakhir, sebagian besar operasi yang kami tangani terjadi di wilayah perairan, mulai dari perahu terbalik, korban terseret arus hingga orang yang terjebak di tebing pantai. Karena itu masyarakat lebih memperhatikan kondisi alam!” tegas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya. (BP/OKA)













