TABANAN, Balipolitika.com– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan pada Minggu, 7 Juni 2026.
Kepala Negara memastikan eksekusi program pendidikan inklusif berjalan sesuai target jaring pengaman sosial.
Presiden mengaku, langkah ini bertujuan menegaskan komitmen nyata keberpihakan negara kepada masyarakat kurang berdaya.
“Jadi pembangunan kita sebagai bangsa tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik,” papar Prabowo.
Presiden menuturkan bahwa sektor pendidikan menjadi pilar utama memutus rantai kemiskinan struktural daerah.
Pemerintah pusat menginstruksikan jajaran menteri kabinet bekerja keras membangun fasilitas belajar yang memadai.
Sebanyak 16 siswa menyambut kehadiran rombongan presiden dengan menampilkan pertunjukan seni tari Kecak.
“Kita harus bekerja keras di semua bidang, salah satu adalah pendidikan,” tegas Presiden ke-8 Republik Indonesia itu.
Atmosfer haru menyeruak saat salah satu siswa bernama Bagus memberikan kesaksian langsung.
Orang tua murid menitikkan air mata karena anak mereka selamat dari ancaman putus sekolah. Di sisi lain siswa bernama Ketut Arlan, unjuk bakat membawakan pidato bahasa Inggris.
“Untuk tahap ini ada 93 yang sedang sekarang berproses, salah satunya adalah di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali,” kata Saifullah Yusuf.
Menteri Sosial asal Jawa Timur itu menuturkan pemerintah tengah menggeber pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.
Proyek infrastruktur baru di Karangasem tersebut berfungsi menampung limpahan siswa fasilitas sementara. Gus Ipul membeberkan animo masyarakat sangat tinggi hingga kuota bangku sekolah membengkak.
“Di gedung baru nanti kita akan mengalokasikan 270 siswa dan sekarang sudah lebih dari 400 peserta yang terjangkau,” imbuh Mensos.
Kementerian Sosial merinci alokasi tahun ajaran baru semula dipatok hanya sebanyak 270 siswa.
Namun data pendaftar se-Provinsi Bali meledak hingga menembus angka mutlak 406 anak.
Calon peserta didik tersebut meliputi 18 siswa SD, 213 tingkat SMP, dan 175 tingkat SMA. (BP/CHA).













