BADUNG, Balipolitika.com– Pelabuhan Privat Ekajaya Fast Ferry Nusa Dua Harbour mulai beroperasi di kawasan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung.
Kehadiran Ekajaya Fast Ferry membawa dampak positif bagi sektor ekonomi dan pariwisata masyarakat lokal Tanjung Benoa.
Selain itu, kehadiran Ekajaya Fast Ferry juga dinilai memberikan kontribusi dalam mengurai kemacetan lalu lintas di Badung dan Bali Selatan.
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Badung, I Made Wijaya atau yang akrab disapa Yonda menyebut kehadiran pelabuhan baru tersebut menjadi keuntungan besar bagi Desa Adat Tanjung Benoa.
Selain menjadikan kawasan tersebut sebagai pintu keberangkatan baru menuju Nusa Penida, Kepulauan Gili, dan Lombok, pelabuhan ini juga memperluas pilihan transportasi bagi wisatawan.
Menurutnya, pelabuhan berlokasi strategis di Tanjung Benoa memberikan kemudahan bagi wisatawan yang menginap di kawasan Nusa Dua (ITDC Nusa Dua), Jimbaran, Uluwatu, Kuta, hingga Seminyak.
Mereka kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan darat menuju Pelabuhan Padang Bai atau Sanur untuk menggunakan layanan kapal cepat.
“Itu berkah Ida Bethara Segara bisa berlabuhnya Kapal Cepat Ekajaya di kawasan Tanjung Benoa. Hal ini menjadi solusi yang berkontribusi membantu mengurai kemacetan lalu lintas,” kata Yonda yang juga Bendesa Adat Tanjung Benoa saat diwawancarai awak media di Kabupaten Badung, Rabu, 5 Agustus 2026.
Made Wijaya menjelaskan, armada terbaru Ekajaya Fast Ferry memiliki kapasitas besar serta mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan, lantaran kini melayani rute langsung dari Tanjung Benoa menuju sejumlah destinasi wisata unggulan, seperti Senggigi dan Bangsal di Lombok hingga Kepulauan Gili meliputi Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, selain rute menuju Nusa Penida.
Yonda menilai kehadiran rute langsung tersebut juga memberikan keuntungan dari sisi efisiensi waktu dan biaya perjalanan (efisiensi cuan).
Menurutnya, kondisi harga tiket pesawat yang terus meningkat membuat layanan kapal cepat menjadi alternatif transportasi yang lebih ekonomis bagi wisatawan maupun masyarakat.
“Jika ke Bandara Ngurah Rai naik pesawat berisi boarding turun ke Bandara di Lombok langsung ke utara naik mobil lalu naik boat ke Gili Terawangan. Kalau pakai Ekajaya ini tembak langsung ke Gili dan Lombok harga lebih murah,” pungkasnya.
Dengan hadirnya Ekajaya Fast Ferry Nusa Dua Harbour, kawasan Tanjung Benoa diharapkan semakin berkembang sebagai gerbang wisata bahari Bali Selatan.
Selain meningkatkan konektivitas antar pulau, keberadaan pelabuhan di Tanjung Benoa juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan wisatawan. (bp/ken)













