BANGLI, Balipolitika.com– Desa Adat Batur dalam rangkaian kegiatan 100 Tahun Rarud Batur melaksanakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia masyarakat Batur melalui pelaksanaan workshop.
Ada dua workshop yang digelar pada Selasa, 4 Agustus 2026, yakni workshop konservasi dan pemanfaatan bambu serta workshop peningkatan kapasitas pelaku wisata.
Workshop bambu digelar di Madya Mandala Pura Ulun Danu Batur.
Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi 100 Tahun Rarud Batur dengan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari dan Joring Warmadewa.
Adapun peserta yang terlibat adalah anggota Tempek Undagi Desa Adat Batur.
“Workshop ini sengaja kami tujukan kepada Tempek Undagi dan pelaku kerja-kerja kreatif yang memanfaatkan bambu sebagai media kreatifnya. Mengapa ditujukan ke Tempek Undagi, karena mereka adalah ujung tombak arsitektur adat di Batur. Melalui workshop ini, diharapkan keahl8an mereka, terutama dalam penerapan teknologi dalam arsitektur bambu,” kata Jero Penyarikan Duuran Batur saat membuka acara.
Narasumber, yang juga Jero Kraman Desa Adat Batur, Guru Wayan Lempana, mengatakan bambu sebagai satu material penting dalam pelaksanaan adat dan budaya Batur.
Berbagai piranti ritual menggunakan bambu, sehingga konservasi terhadap bambu dipandang demikian penting.
“Keberlanjutan bambu itu penting sekali, karena merupakan piranti yang sangat penting bagi keberlangsungan adat dan budaya. Setiap ritual, dari yang baru lahir sampai meninggal memanfaatkan bambu,” katanya.
Narasumber lainnya, Isti Larasati, menyatakan hal senada. Pembicara dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestari ini mengatakan kebutuhan bambu di Bali sangat tinggi.
Oleh karena itulah konservasi bambu perlu dilakukan.
“Kebutuhan bambu untuk kebudayaan dan adat di Bali itu sangat besar jumlahnya, maka semestinya upaya konservasinya harus dilakukan secara serius. Kami memiliki program untuk memperkuat konservasi bambu di pura-pura besar di Bali. Salah satunya, mungkin kita bisa mulai di Batur,” kata dia.
Founder Joring Warmadewa, A.A. Gede Raka Gunawarman mengatakan hal senada. Ia pun menerapkan teknologi dalam arsitektur bambu.
“Joring atau joint taring yang saya kembangkan adalah pengembangan taring dengan sentuhan teknologi, selain dengan sentuhan artistik,” katanya sembari melaksanakan praktik pembangunan bangunan bambu.
Perkuat Keahlian Pariwisata
Sementara itu, workshop peningjatan kapasitas pelaku pariwisata dilakabakan di Wantilan Sasana Dharma, Niti Batur Kelod. Kegiatan dilaksanakan sebagai kolaborasi dengan Komunitas Manajemen Perhotelan Indonesia.
Workshop ini menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata, khususnya bagi para pelaku wisata di kawasan Batur.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri atas pemandu wisata dan pelaku usaha pariwisata.
Narasumber, I Wayan Febby Erman Chandra membawakan materi sekaligus simulasi kepemanduan wisata yang menitikberatkan pada teknik memandu wisatawan secara profesional, komunikatif, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Sementara itu, Dr. I Wayan Agus Anggayana, S.Pd., M.Pd. memberikan pelatihan Bahasa Inggris bagi pemandu wisata sebagai bekal penting dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara.
Jalannya diskusi dipandu oleh akademisi I Gede Wiramatika, S.Par., M.Par. selaku moderator sekaligus pemuda Batur.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga mengikuti simulasi dan sesi interaktif yang memberikan pengalaman praktis dalam menghadapi berbagai situasi saat mendampingi wisatawan.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi serta berbagai pertanyaan mengenai strategi meningkatkan kualitas pelayanan wisata di kawasan Batur.
Workshop ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi para pelaku wisata sehingga mampu menghadirkan pelayanan yang profesional, ramah, dan berdaya saing.
Peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pariwisata Batur yang berkelanjutan, sekaligus mendukung pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan selama satu abad perjalanan Rarud Batur.
Sebagai bagian dari Batur Village Festival dalam rangka 100 Tahun Rarud Batur, kegiatan ini menjadi bukti komitmen Desa Adat Batur bersama berbagai pihak dalam membangun pariwisata yang berkualitas melalui penguatan kapasitas masyarakat sebagai pelaku utama di sektor pariwisata. (bp/ken)













