BALI, Balipolitika.com – Tragedi memilukan kembali terjadi di jalanan Tabanan.
Tanjakan Rendi di Desa Lumbung Kauh, Selemadeg Barat, menjadi saksi bisu nyawa seorang bocah berusia 10 tahun, Kadek Wahyu Dipa Pramana, melayang seketika setelah hantaman truk yang dugaan mengalami rem blong, Rabu sore lalu.
Kecelakaan maut ini melibatkan truk Isuzu putih bernopol W 8523 EC asal Jawa Timur dengan sepeda motor Vario yang Kadek Dwi Darsawa (66), kakek dari korban meninggal dunia kendarai.
Kasi Humas Polres Tabanan, AKP Gusti Made Berata, mengungkap detik-detik mencekam tersebut. Vario sang kakek sedang membonceng cucunya melintasi jalan menanjak dari arah Suraberata.
Dari arah berlawanan (turunan), truk yang dengan pengemudi Hanifa Prastiko tiba-tiba kehilangan fungsi pengereman.
Dalam kecepatan tinggi, sopir truk membanting stir ke kanan, menghantam motor korban dengan keras sebelum akhirnya menghantam tebing di sisi jalan hingga bagian depan truk ringsek parah!
Hantaman keras tersebut membuat bocah malang, Kadek Wahyu, mengalami luka terbuka parah di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara sang kakek, Kadek Dwi, harus ke rumah sakit karena mengalami luka-luka di lengan, pundak, dan kaki. Sopir serta kernet truk hanya mengalami luka ringan meski bagian depan kendaraan mereka hancur.
Lagi-lagi, masalah teknis kendaraan besar memakan korban jiwa di jalur tengkorak Bali. Sampai kapan nyawa warga lokal menjadi taruhan akibat kendaraan yang tidak layak jalan. (BP/OKA)







