SITUBONDO, Balipolitika.com– Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mendadak viral setelah melakukan panggilan video dengan seorang wanita pemandu lagu. Aksi spontan pria yang akrab disapa Mas Rio ini terekam jelas dalam unggahan akun media sosial TikTok. Ia menanggapi keluhan para pekerja hiburan malam yang kehilangan penghasilan akibat kebijakan penutupan kafe selama Ramadan.
“Pak Rio kapan kafe Situbondo dibuka? Dikarenakan LC, janda-janda gak kerja sama sekali pak,” ujar wanita dalam video yang viral di Tiktok itu dilansir dari berbagai sumber.
Pemerintah Kabupaten Situbondo tetap konsisten menegakkan aturan penutupan tempat hiburan malam demi menjaga kekhusyukan ibadah umat Muslim. Namun, Yusuf Rio tidak sekadar memberikan larangan kaku tanpa memikirkan nasib ekonomi warga yang terdampak kebijakan tersebut. Beliau memilih jalur komunikasi persuasif untuk menyentuh sisi kemanusiaan para pekerja perempuan yang sedang mengalami kesulitan finansial.
“Udah berhenti aja jadi LC ya. Cari kerjaan lain aja ya. Saya carikan kerja. Pokoknya kamu janji berhenti ya,” kata Yusuf Rio menimpali keluhan tersebut.
Wanita yang mengaku sebagai perwakilan pekerja dari wilayah Panji Kidul itu menyambut baik tawaran sang kepala daerah. Ia menyebut ada sekitar lima puluh rekan sejawatnya yang kini menggantungkan nasib pada janji manis sang Bupati. Respons positif ini menunjukkan adanya keinginan kuat dari para pekerja untuk berpindah ke sektor profesi yang lebih layak.
“Saya mau pak kalau dicarikan kerjaan yang benar, yang penting kami bisa menghidupi keluarga dan anak-anak kami,” ucap wanita itu penuh harap.
Langkah Mas Rio ini dianggap sebagai bentuk transformasi sosial yang berani bagi pemerintah daerah di Jawa Timur. Alih-alih melakukan razia represif, ia justru menawarkan solusi jangka panjang melalui penyediaan lapangan pekerjaan yang lebih aman. Pendekatan ini bertujuan untuk mengangkat derajat ekonomi para perempuan yang mayoritas berstatus sebagai orang tua tunggal atau janda.
“Kami ingin memastikan semua warga Situbondo memiliki kesempatan hidup yang lebih baik melalui jalur pekerjaan yang halal dan bermartabat,” tutur Mas Rio.
Fenomena ini juga memicu publik untuk menilik kembali profil serta rekam jejak kekayaan sang Bupati muda tersebut. Berdasarkan laporan LHKPN terbaru, pria kelahiran tahun 1984 ini tercatat memiliki total harta kekayaan mencapai angka tiga miliar rupiah. Integritas dan kepedulian sosialnya kini menjadi barometer baru bagi kepemimpinan daerah yang mengedepankan dialog daripada sekadar instruksi.
“Pemimpin harus hadir memberikan solusi konkret ketika rakyat kecil sedang menjerit karena urusan isi perut yang kosong,” pungkasnya dengan tegas. (BP/CHA).













