BISNIS, Balipolitika.com – Kabar mengejutkan sekaligus menggembirakan datang dari Bali Utara, tepatnya di wilayah Buleleng.
Tim riset migas baru saja mengungkap temuan mengejutkan, bahwa ada cadangan gas alam raksasa di perairan utara Buleleng, Bali, yang perkiraan mencapai 4 miliar barel setara minyak (BOE) atau sekitar 636 miliar liter energi.
Temuan ini berasal dari hasil survei seismik di blok Agung I dan Agung II, yang kini oleh perusahaan migas internasional pengelolaannya.
Jika potensi ini pengelolaan dengan baik, Buleleng bisa menjadi pusat energi baru di Bali, bahkan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.
Kepala Brida Buleleng, Ketut Suwarmawan, menyebutkan bahwa ini adalah potensi strategis untuk membuka era baru pembangunan ekonomi Bali utara.
“Namun tentu perlu kajian matang, baik dari aspek keuangan, ekonomi, hingga kesiapan kawasan industri seperti di Celukan Bawang,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Buleleng tengah bersiap membentuk BUMD khusus migas agar Bali punya kendali atas kekayaan energinya sendiri.
Langkah ini sejalan dengan Permen ESDM No. 37/2016 yang memberi hak 10 persen Participating Interest (PI) bagi daerah dalam proyek migas di wilayahnya.
Ada dua opsi yang kini masuk dalam pengkajian:
BUMD gabungan antara Pemprov Bali dan Pemkab Buleleng.
BUMD terpisah agar masing-masing punya porsi pengelolaan.
Model Perseroda (Perseroan Daerah) paling ideal karena fleksibel dan efisien dalam menjalin kemitraan migas.
Jika terealisasi, langkah ini bisa menjadi tonggak sejarah energi Bali, bukan hanya soal ekonomi, tapi juga kemandirian dan keadilan energi bagi masyarakat lokal.
Gas alam adalah sumber energi yang sangat penting dalam berbagai sektor, antara lain:
1. Pembangkit listrik: Gas alam sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik, baik itu pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) maupun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
2. Industri: Gas alam sebagai bahan bakar dan bahan baku dalam industri, seperti industri kimia, petrokimia, dan manufaktur.
3. Transportasi: Gas alam sebagai bahan bakar alternatif untuk kendaraan, seperti bus, truk, dan mobil.
4. Rumah tangga: Gas alam sebagai bahan bakar untuk memasak, memanaskan air, dan memanaskan ruangan.
5. Pertanian: Gas alam sebagai bahan bakar untuk pompa irigasi dan mesin pertanian lainnya.
6. Pupuk: Gas alam sebagai bahan baku untuk produksi pupuk, seperti urea dan amonia.
Gas alam juga dalam berbagai aplikasi lainnya, seperti:
– Produksi plastik dan bahan kimia
– Produksi baja dan logam lainnya
– Pengolahan air dan limbah
– Pembangkitan panas dan dingin
– Pengoperasian peralatan medis dan laboratorium
(BP/OKA)










