BALI, Balipolitika.com – 2 buruh proyek milik PT Aditya Karya Mandiri (AKM) yang berlokasi di Banjar Dinas Bale Agung, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan teringkus unit reakrim Polsek Selemadeg Timur.
Kedua buruh proyek itu tertangkap, setelah saling bacok bersama temannya saat minum-minuman jenis miras di bedeng proyek.
Peristiwa bermula dari cekcok, hingga berujung ribut di lingkungan bedeng proyek tempat mereka minum. Keributan tersebut kemudian memuncak hingga terjadi perkelahian hingga saling bacok.
Atas kejadian itu Polsek Selemadeg Timur menetapkan dua tersangka yakno Moh. Nasihul Amin alias Amin (29) asal Desa Purworejo, Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur, dan temannya Budi Santoso (47) asal Dusun Krajan, Desa Karanganom.
AKP I Dewa made Pramantara, mengaku jika insiden terjadi di area bedeng tempat para pekerja tinggal. Belum pasti pemicu awal perselisihan, namun awal mula keributan karena mereka minum-minuman alkohol jenis arak.
Sementara berdasarkan keterangan para saksi dan pihak yang teramankan, peristiwa bermula sekitar pukul 19.00 Wita. Saat itu Nasihul, Ifan, Budi, dan Giarto membeli sembako dan dua botol arak Bali dengan uang patungan sebesar Rp60.000.
Sekitar pukul 20.00 Wita, mereka duduk bersama di bedeng proyek untuk minum arak, namun Ifan tidak ikut minum. Setelah dua botol habis, Giarto mengajak Nasihul membeli satu botol arak tambahan menggunakan uang miliknya.
Beberapa saat kemudian, Giarto menuju bedeng tempat istirahat, lalu Nasihul dan Budi mengikuti. Di lokasi itu, Giarto mengambil sebilah sabit dari dalam tasnya. Mengetahui hal itu, Nasihul berlari kembali ke area minum untuk memperingatkan teman-temannya dan bersembunyi.
Selanjutnya sekitar pukul 23.00 Wita, Giarto kembali mendatangi area minum sambil membawa sabit. Budi berusaha mencegahnya naik ke bedeng, namun Giarto tetap memaksa dan tiba-tiba membacok Ifan hingga mengenai telapak kaki kanannya. Ifan mendorong Giarto dan berteriak meminta tolong.
“Saat itu Budi datang berusaha merebut sabit, namun sempat terkena bacok di bagian kepala. Pemicu emosi, Budi akhirnya berhasil merebut sabit dan membacok Giarto berkali-kali,” ucapnya.
Mendengar suara keributan dan teriakan minta tolong, Nasihul mendekat dan melihat Giarto sudah terkapar bersimbah darah. Dalam kondisi emosi, Nasihul mengambil balok kayu dan memukul Giarto satu kali pada bagian dagu sebelum meninggalkan lokasi.
“Setelah kejadian, Nasihul melarikan diri ke arah pintu gerbang, sementara Budi kabur ke arah belakang bedeng. Ifan tetap berada di bedeng sambil merawat luka di kakinya,” imbuh Kapolsek.
Saat ini kedua pelaku sudah teramankan dan masih penyelidikan lebih lanjut. Bahkan Giarto diketahui terkapar dan meninggal dunia, hingga jenazahnya di bawah ke RS Tabanan. (BP/OKA)









