BADUNG, Baliolitika.com- Asal usul nama Desa Kapal, ada dua versi yang berbeda. Pernahkah Anda melintasi Desa Kapal di Mengwi, Badung? Nama desa ini sederhana, namun menyimpan dua versi sejarah yang menarik. Desa ini bukanlah desa biasa. Sumber Purana mencatat keberadaan desa ini sudah ada sejak Abad ke-8 Masehi.
Konon, nama awal desa ini bukan Kapal. Nama pertamanya adalah Desa Jong Karem. Lalu, bagaimana nama itu berubah menjadi Kapal? Mari kita kupas tuntas asal usul nama Desa Kapal Badung yang unik ini.
Jejak Desa Kapal terekam jelas dalam Purana. Purana di Pura Sada Desa Adat Kapal menguatkan catatan sejarah ini. Nama awal desa Jong Karem memiliki makna yang lugas. Kata Jong berarti perahu. Sementara kata Karem berarti kandas.
Nama ini merujuk legenda sebuah perahu. Perahu tersebut konon kandas di wilayah pesisir Bali. Peristiwa pelayaran kuno ini menjadi legenda utama. Makna Jong Karem ini diperkuat oleh Purana Pura Sada. Dokumen kuno juga ada di Pura Bangun Sakti.
Versi lain juga menjelaskan nama Jong Karem. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1212 Masehi. Konon, seekor burung berukuran sangat besar dikisahkan jatuh. Burung besar itu jatuh tepat di halaman Pura Dalem Bangun Sakti.
Setelah kejadian mengejutkan itu, para penguasa Bali mengetahui lokasi tersebut. Mereka mulai mengenali wilayah itu. Sejak saat itu, mereka menyebutnya Desa Jong Karem. Nama tersebut berangsur-angsur berubah.
Seiring berjalannya waktu yang panjang, nama Jong Karem berubah. Nama Desa Kapal mulai digunakan secara luas. Proses perubahan nama ini memiliki penjelasan yang menarik. Penjelasan itu disampaikan Bendesa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana.
Bukti Kuno dan Kaitan dengan Kuda
Bendesa Adat Kapal menjelaskan kemungkinan lain nama Kapal. Masyarakat desa setempat dahulu sangat senang memelihara kuda. Hal ini diperkuat oleh bukti-bukti fisik. Bukti itu berupa peninggalan patung-patung kuda kuno.
Patung-patung kuda itu ditemukan di Pura Bangun Sakti. Patung juga ditemukan di Pura Sada. Patung ini menguatkan tradisi memelihara kuda. Kata Kuda dalam bahasa Jawa kuno juga berarti Kapal.
Nama Desa Kapal modern memiliki dua akar cerita unik. Akar pertama berasal dari legenda perahu kandas (Jong Karem). Akar kedua dari tradisi memelihara kuda (Kapal). Kedua kisah ini menunjukkan kekayaan budaya. Asal usul nama Desa Kapal mengikat masyarakatnya dengan sejarah purba. Kisah ini wajib diketahui seluruh warga dan wisatawan. Desa Kapal adalah cerminan nilai luhur yang terjaga. (BP/CHA).
Artikel dirangkum dari berbagai sumber.













