DENPASAR, Balipolitika.com– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto disebut-sebut akan menghadiri Kongres ke-6 Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat, 1 Agustus 2025.
Informasi ini beredar pasca Presiden Prabowo Subianto mengusulkan amnesti kepada Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto sebagaimana disampaikan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 31 Juli 2025 malam.
Selain Hasto Kristiyanto, Dasco menyebut Presiden Prabowo Subianto juga memberikan amnesti terhadap 1.116 orang.
Sementara abolisi diusulkan untuk terdakwa kasus dugaan korupsi impor gula, mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong.
“Pak Presiden, informasinya akan datang,” ucap salah seorang peserta Kongres ke-6 PDI Perjuangan yang mengusung tema “Satyam Eva Jayate, Berderap dalam Satu Rampak Barisan”.
Dikonfirmasi terkait akan hadirnya Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto di Kongres ke-6 PDI Perjuangan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Provinsi Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah menjawab belum mendapatkan informasi terkait hal tersebut.
Meski demikian, De Gadjah menginformasikan bahwa Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia Prasetyo Hadi datang ke Bali bertemu dengan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik yang juga Ketua DPR RI, Puan Maharani.
“Oh, tiang tidak tahu nggih, belum ada info. Kemarin sudah Komandan Dasco dan Mensesneg yang datang ke Bali bertemu Ibu Mega dan Ibu Puan,” ungkap De Gadjah santun dikonfirmasi Jumat, 1 Agustus 2025 pagi.
Terkait usulan amnesti kepada Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, diketahui Sufmi Dasco Ahmad menyebut bahwa Prabowo Subianto telah mengirim surat untuk meminta persetujuan DPR RI.
Surat Presiden R42/Pers/tanggal 30 Juli 2025 dimaksud tentang amnesti terhadap 1.116 orang yang telah terpidana di mana salah satunya tercantum nama Hasto Kristiyanto. (bp/ken)













