DENPASAR, Balipolitika.com- Dari Markas Senjata hingga Menjadi Kelurahan. Menilik sejarah adalah ibarat menatap spion saat berkendara; kita melihat ke belakang untuk memastikan langkah ke depan tetap aman. Sejarah Kelurahan Pedungan mengajarkan kita tentang kewaspadaan. Dahulu kala, wilayah ini merupakan tepi siring atau daerah perbatasan yang sangat krusial antara kekuasaan Kerajaan Badung dengan pengaruh Kerajaan Mengwi di sisi selatan. Karena lokasinya yang strategis, Pedungan ditetapkan sebagai “daerah kunci” untuk menghalau serangan musuh.
Filosofi Nama dan Logistik Perang
Nama Pedungan tidak lahir begitu saja dari kekosongan. Secara etimologi, kata ini berakar dari istilah “Duung” yang berarti senjata. Ketika mendapatkan awalan Pe- dan akhiran -an, terbentuklah kata Pedungan, yang secara harafiah bermakna tempat pengadaan sekaligus penyimpanan perlengkapan senjata.
Narasi ini bukan sekadar mitos, melainkan didukung oleh bukti otentik yang masih bisa kita jumpai hingga kini:
-
Banjar Pande: Sesuai namanya, banjar ini dulunya dihuni oleh para perajin logam (Pande) yang bertugas menempa keris dan tombak untuk para serdadu kerajaan.
-
Pura Dalem Pekerisan: Tempat suci yang menjadi rumah bagi Keris Sakti dan Tombak Pusaka. Hingga detik ini, pusaka-pusaka tersebut masih disucikan dan dipasupati secara rutin, terutama saat upacara Melasti ke laut.
Sinergi Tiga Desa: Senjata, Makanan, dan Dapur
Kekuatan militer tidak akan berarti tanpa logistik yang mumpuni. Dalam Sejarah Kelurahan Pedungan, wilayah ini tidak berjuang sendirian. Tercipta sebuah ekosistem pertahanan yang saling mengunci antara tiga desa adat:
-
Pedungan: Bertanggung jawab penuh atas suplai persenjataan.
-
Pemogan: Berasal dari kata “Boga” (makanan), wilayah ini bertugas sebagai penyedia bahan pangan mentah bagi para prajurit.
-
Kepaon: Berakar dari kata “Paon” (dapur), yang menjadi tempat pengolahan bahan makanan menjadi santapan siap saji bagi garda terdepan.
Ketiganya adalah satu kesatuan tak terpisahkan yang kemudian bersatu di bawah nama Desa Pedungan sebelum akhirnya berkembang menjadi kelurahan mandiri.
Transformasi Menuju Modernitas
Seiring laju pertumbuhan penduduk yang pesat di Denpasar, status wilayah ini pun mengalami penyesuaian. Pada 1 Juni 1982, Desa Pedungan dimekarkan menjadi Kelurahan Pedungan dan Desa Pemogan. Status sebagai kelurahan resmi ditetapkan pada 22 September 1982 melalui SK Menteri Dalam Negeri.
Memahami Sejarah Kelurahan Pedungan membuat kita sadar bahwa setiap sudut jalan yang kita lalui hari ini dulunya adalah tanah perjuangan. Bagi wisatawan yang berkunjung, melihat pusaka di Pura Dalem Pekerisan bukan hanya soal melihat benda antik, melainkan menghormati sisa-sisa keberanian para leluhur yang menjaga Bali tetap tegak berdiri. (BP/CHA).













