TABANAN, Balipolitika.com- Isu ‘Bali Sepi’ Terpatahkan. Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan menunjukkan ketangguhannya dalam menghadapi isu kelesuan pariwisata yang belakangan marak di media sosial. Manajemen mencatat lonjakan angka kunjungan yang signifikan selama empat hari terakhir menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026. Data internal menunjukkan jumlah pelancong merangkak naik dari rata-rata 1.200 orang menjadi hampir 2.000 orang dalam setiap harinya.
“Kami tetap optimis karena keunikan budaya Bali yang sudah mendunia tidak akan mungkin ditinggalkan begitu saja oleh para wisatawan mancanegara,” ujar Humas Manajemen DTW Ulun Danu Beratan, I Made Sukarata, Rabu (24/12/2025).
Komposisi wisatawan mancanegara saat ini mendominasi kunjungan dengan persentase mencapai 60 persen dari total keseluruhan pelancong. Wisatawan asal Rusia dan India tercatat masih menjadi pasar paling gemuk meskipun ada isu mengenai kebijakan peringatan perjalanan dari Eropa. Manajemen juga terus menjalin koordinasi intensif dengan berbagai agen perjalanan domestik maupun asing guna memastikan aliran kunjungan tetap terjaga.
“Walaupun ada kebijakan peringatan perjalanan dari beberapa negara Eropa namun kunjungan turis dari Rusia dan India masih sangat mendominasi saat ini,” katanya.
Guna memperluas ceruk pasar, pengelola kini mulai membidik segmen wisata edukasi yang menyasar kelompok pelajar dari berbagai wilayah. Siswa yang datang akan mendapatkan pelatihan khusus mengenai teknik menari Bali serta pemahaman mendalam tentang kearifan lokal. Manajemen bahkan menyiapkan sertifikat resmi sebagai bukti bahwa para pelajar telah melakukan studi banding yang bernilai edukatif di kawasan tersebut.
“Kami memberikan sertifikat edukasi bagi sekolah yang berkunjung agar mereka merasa betul-betul melakukan studi banding dan bukan hanya sekadar jalan-jalan,” tuturnya.
Selain penguatan program, manajemen juga mengumumkan rencana penyesuaian tarif tiket masuk yang akan berlaku mulai Juli tahun depan. Harga tiket untuk turis asing akan naik menjadi Rp100.000, sementara tarif domestik diseragamkan sebesar Rp50.000 untuk hari kerja maupun akhir pekan. Langkah sosialisasi kepada organisasi pramuwisata dan agen perjalanan terus dilakukan agar kebijakan ini tidak mengejutkan para mitra bisnis mereka.
“Kami sudah mulai melakukan sosialisasi kenaikan harga tiket ini kepada Asita serta agen perjalanan agar mereka memiliki waktu untuk menyesuaikan rencana,” bebernya. (BP/CHA).










