NASIONAL, Balipolitka.com – Komika Pandji Pragiwaksono menjalani peradilan adat masyarakat Toraja terkait materi stand up comedy Mesakke Bangsaku yang dibawakannya pada 2013 dan dinilai menyinggung adat serta martabat orang Toraja. Pandji datang langsung ke Tana Toraja, Sulawesi Selatan, didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar.
Prosesi peradilan adat digelar di Tongkonan Layuk Kaero, Sangalla, Kabupaten Tana Toraja, Selasa (10/2/2026), dan difasilitasi oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Dalam sidang tersebut, Pandji menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada 32 perwakilan wilayah adat Toraja yang hadir.
Selain permohonan maaf, Pandji dikenai sanksi adat berupa kewajiban membayar satu ekor babi dan lima ekor ayam sebagai bagian dari mekanisme pemulihan adat. Sekretaris Jenderal AMAN, Rukka Sombolinggi, menegaskan bahwa peradilan adat ini bukan bertujuan menghukum, melainkan memulihkan relasi sosial, martabat, dan keseimbangan yang sempat terganggu. Peradilan adat tersebut telah direncanakan sejak Desember 2025 dan baru terlaksana setelah konsolidasi 32 wilayah adat Toraja rampung.
Dalam sidang, Pandji mengikuti mekanisme hukum adat Ma’ Buak Burun Mangkaloi Oto’, yakni menjawab pertanyaan dari para pemangku adat Toraja. Para perwakilan adat menyampaikan pandangan serta harapan agar penyelesaian dilakukan dengan menjunjung tinggi keharmonisan hubungan antara individu dan komunitas adat.
Prosesi berlangsung dengan tata tertib ketat. Peserta wajib mengenakan pakaian adat Toraja dan dilarang mengenakan busana hitam, sementara Pandji diwajibkan berpakaian sopan tanpa mengenakan baju adat. Sidang juga melarang interupsi, keributan, pengambilan dokumentasi sembarangan, serta siaran langsung.
Dalam forum tersebut, Pandji secara terbuka mengakui kesalahannya. Ia menyatakan materi komedinya lahir dari pemahaman yang tidak utuh dan referensi yang tidak cukup mewakili perspektif masyarakat Toraja.
“Saya memakai kacamata luar untuk melihat Toraja. Seharusnya saya memakai kacamata ‘Toraja’,” ujar Pandji.
Meski berada dalam peradilan adat, Pandji mengaku terkesan dengan sambutan hangat masyarakat Toraja selama proses berlangsung. (BP/OKA)













