TABANAN, Balipolitika.com – Politeknik Internasional Bali (PIB College) merayakan Dies Natalis ke-9 melalui event bertajuk “Growbalization 2026” yang digelar di kawasan BITDeC ONE Campus, Bali, Sabtu (23/5/2026).
Mengusung konsep edutainment dan experience-based event, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi mahasiswa, industri, komunitas, dan media partner dalam satu rangkaian acara kreatif yang memadukan edukasi, hiburan, serta penguatan industri kreatif.
Direktur PIB College, Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati, M.S., M.M., M.Mis., M.H., D.Th., Ph.D., D.Ag. mengatakan bahwa perjalanan sembilan tahun PIB bukan tentang pertumbuhan institusi semata, tetapi bagaimana kampus mampu mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan global.
“Mahasiswa saat ini tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis. Mereka juga harus menjadi problem solver, mampu berpikir kritis, dan memberikan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya saat doorstop media.
Ia menambahkan, PIB lebih menekankan kualitas dibanding kuantitas dengan pendekatan pembelajaran berbasis praktik industri dan project based learning.
“Kami ingin lulusan PIB memiliki kualitas global dan mampu bekerja di mana saja, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” tambahnya.
Growbalization 2026 menghadirkan sejumlah program unggulan, di antaranya seminar public speaking bertajuk “Break the Fear, Make it Clear”, PAWrty Run bersama komunitas pecinta hewan, hingga music concert yang menampilkan Hasta, HarmoniA, dan Not So Koplo.
Selain itu, rangkaian kegiatan sosial seperti donor darah juga menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis ke-9 PIB College.
Pada momentum yang sama, PIB College turut meresmikan transformasi nama program studi Event Management menjadi Creative Event Business.
Head of Creative Event Business, Danang Adityo Prakoso, menjelaskan bahwa perubahan tersebut merupakan langkah strategis untuk menjawab perkembangan industri kreatif yang kini semakin berbasis experience economy dan entertainment industry.
“Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi event organizer, tetapi juga creative strategist, innovator, dan entrepreneur yang mampu menciptakan pengalaman dan nilai dalam industri kreatif,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan project based learning menjadi salah satu kekuatan utama program tersebut karena mahasiswa dilibatkan langsung dalam proyek nyata dan kolaborasi industri sejak awal perkuliahan.
“Ketika mereka masuk ke dunia industri, mereka tidak mulai dari nol karena sudah terbiasa menghadapi tantangan lapangan,” katanya.
Sementara itu, Project Officer Growbalization 2026, Monica Setiawan, menyebut tema tahun ini mengangkat filosofi “Cloud 9” yang menggambarkan kebahagiaan dan pengalaman yang ingin dibagikan kepada seluruh peserta.
“Kami ingin acara ini tidak hanya menjadi perayaan internal kampus, tetapi juga empowering, entertaining, dan impactful bagi komunitas,” ujarnya.
Melalui Growbalization 2026 dan peluncuran Creative Event Business, PIB College memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang mengintegrasikan hospitality, digital business, pariwisata, dan industri kreatif berbasis pengalaman (bp/ken)













