DENPASAR, Balipolitika.com– Hanyut tiga jam, Arga Aditya Rizki (10) ditemukan meninggal dengan tragis. Ia ditemukan tak bernyawa setelah terseret arus di pantai Denpasar Timur. Korban yang baru berpamitan dari Gianyar tewas saat mandi di muara Pantai Biaung. Jenazahnya ditemukan seorang pemancing di Pantai Padanggalak.
Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menyampaikan musibah ini. “Akibat kejadian tersebut dari pihak keluarga korban menyadari bahwa ini merupakan musibah,” kata Sukadi.
Arga diketahui merupakan anak di bawah umur yang menetap sementara di Batubulan, Gianyar. Alamat asalnya di Mengalung, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Pada Jumat siang, 28 November 2025, korban berpamitan pada orangtuanya untuk bermain ke rumah teman. Tujuannya adalah membuat barong di Jalan Dewi Sri, Gianyar.
Keterangan dari enam teman korban menyebut adanya perubahan rencana. “Korban mengajak teman-temannya naik sepeda ke Pantai Biaung untuk mandi,” ujar salah satu temannya.
Korban mulai terseret arus kuat saat mandi di muara Pantai Biaung. Teman-teman Arga meminta pertolongan kepada warga. Pencarian segera dilakukan oleh tim SAR gabungan. Ayah korban, Adi, bergegas menuju lokasi setelah mendapat kabar.
Ayah korban, Adi, tidak dapat berkata-kata melihat kondisi anaknya. “Saat tiba di lokasi korban sudah ditemukan dalam kondisi lemas, mulut terbuka dan mata terpejam,” tambahnya.
Jenazah korban ditemukan oleh Dominggus Malli Mesa di Pantai Padanggalak. Saksi penemu itu sedang memancing di tepi laut. Ia segera menarik jasad bocah yang mengapung tersebut ke daratan.
Pihak keluarga telah menegaskan tidak akan menuntut secara hukum. Mereka menerima kejadian ini sebagai takdir. Jenazah korban kini dititipkan di RS Sanglah. Jenazah direncanakan segera diberangkatkan ke Lombok. (BP/CHA).












