Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Pendidikan

Apresiasi Putri Koster, Anggraeni Sepakat Ortu Melek Teknologi

DENPASAR (BaliPolitika.Com)- Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster menganjurkan para orang tua melek dan mau belajar teknologi demi menuntun buah hati mereka. Mengingat di masa pandemi Covid-19, pembelajaran jarak jauh mengharuskan para orang tua membimbing anak-anak mereka dan berkomunikasi dengan guru di sekolah via piranti teknologi.

Dalam acara webinar yang digelar Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) beberapa waktu lalu, Putri Koster menegaskan peran orang tua yang dituntut mendidik anak sesuai dengan perkembangan terkini. Tak terkecuali di era informasi 4.0 yang serba mengandalkan teknologi. Menurutnya anak-anak pada masa ini sangat getol mengikuti perkembangan teknologi. Untuk mengimbangi hal itu serta melakukan kontrol, tentu orang tua juga harus mempelajari teknologi dengan cermat.

Ketua P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kota Denpasar, Ni Luh Putu Anggraeni mengapresiasi pandangan Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster. “Saya sangat sepakat dengan Ibu Putri Koster. Bahwa perempuan-perempuan Bali yang sudah sangat cerdas dan punya etos kerja yang super tinggi harusnya tetap banyak belajar bersama anak. Di zaman milenial ini, seorang ibu dituntut semakin cerdas belajar ilmu parenting. Paham kebutuhan anak era sekarang,” ucap Anggraeni, Rabu (15/7) siang.

Kata ahlinya, sambung wanita enerjik asli Buleleng ini sekolah yang paling panjang adalah sekolah saat seseorang memasuki bahtera kehidupan grahasta atau perkawinan. Dalam fase itu orang tua belajar ilmu tentang kesetaraan, ilmu mengelola konflik perkawinan, ilmu mengasuh anak yang demokratis, menghargai perbedaan, dan keberagaman. “Harus dikelola dengan baik. Termasuk mengenalkan anak pada teknologi yang ramah anak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Anggraeni menekankan bahwa kerja seorang ibu semata tidaklah cukup. Para ayah pun harus terlibat bersama ibu untuk kepentingan terbaik anak. “Jangan pengasuhan dibebankan sama ibu saja,” tutupnya. (bp)

 

Berita Terkait

Back to top button

Konten dilindungi!