Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Politik

Jelang Pilgub Bali, Koster Minta Maaf Piala Dunia U-20 Batal

MINTA MAAF: Mantan Gubernur Bali masa bakti 2018-2023 sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Wayan Koster dalam sebuah kegiatan.

 

DENPASAR, Balipolitika.com- Masih ingat tragedi batalnya Indonesia menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 di mana Pulau Bali seharusnya menjadi lokasi drawing atau undian pada Kamis, 30 Maret 2023?

Gagalnya Timnas Indonesia tampil perdana di hajatan akbar Piala Dunia U-20 itu dipicu sepucuk surat dari Gubernur Bali kala itu, yakni Wayan Koster kepada Menpora RI yang isinya menyatakan menolak Timnas Israel berlaga di Bali.

Wayan Koster berpandangan kebijakan politik Israel terhadap Palestina tidak sesuai dengan kebijakan politik pemerintah Indonesia. 

Selain itu, kata dia, tidak ada hubungan diplomatik antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Israel.

Penolakan itu bak petir bagi para punggawa Timnas Indonesia U-20, lebih-lebih sebelum menolak Wayan Koster sudah menandatangani MoU bahwa Bali bersedia menjadi salah satu tuan rumah sehingga sejumlah fasilitas olahraga di Bali pun mendapatkan kucuran dana pusat terkait persiapan event olahraga berskala internasional itu. 

Banyak elemen masyarakat mendesaknya minta maaf kepada publik menyusul sikap tegas FIFA yang secara resmi mencabut status Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20, namun, Wayan Koster cuek; tetap pada pendiriannya. 

Setahun berlalu, kini, saat hajatan politik Pemilihan Gubernur Bali 2024 di depan mata, mendadak Wayan Koster meminta maaf ke publik atas hal itu. 

Permintaan maaf itu disampaikan Wayan Koster saat diwawancarai oleh Host Podcast Bali Konten Gus Hendra yang dirilis, Kamis, 18 April 2024. 

“Kalau itu terjadi di Bali pertandingannya (Timnas Israel, red) bisa dibayangkan. Ini pilihan yang saya sadari sangat sulit. Tidak bisa dikompromikan. Perlu dicatat, saya tidak anti sepakbola. Masyarakat Bali itu agar menyadari posisi saya yang sulit pada saat itu. Misal semeton Bali dan anak-anak muda pecinta bola khususnya tentu saja atas hal tersebut (batalnya Piala Dunia U-20 di Indonesia, red) saya mohon maaf,” ucap Wayan Koster. 

Mantan Gubernur Bali masa bakti 2018-2023 menjelaskan ada yang memang perlu diclearkan kepada masyarakat di Bali. 

Tegasnya harus dicatat bahwa posisi ia bukan menolak Piala Dunia U-20, tetapi menolak kehadiran Timnas Israel U-20 untuk bertanding di Bali. 

Wayan Koster mengaku sebanyak tiga kali sebelumnya mengonfirmasi ke panitia pusat.

Awalnya disampaikan Timnas Israel tidak akan ikut Piala Dunia U-20 karena tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Israel.

Karena tidak ada hubungan diplomatik sehingga Tim Israel tidak akan ikut. Kemudian konfirmasi lagi yang kedua, mendapat jawaban dari panitia pusat Israel ikut, tapi belum tentu lolos kualifikasi Itu jawabannya. 

Ketiga, dikonfirmasi lagi selang seminggu dimonitor terus ini karena akan ada pengawasan soal kehadiran Tim Israel. 

Ternyata Tim Israel ikut dan lolos kualifikasi kemudian dikonfirmasi lagi ke panitia pusat jawabannya lolos, tapi belum tentu ikut di Bali.

Koster mengatakan pihaknya selalu berkomunikasi dengan panitia pusat. 

Saat itu Koster juga tak tidak mau menyalahkan panitia pusat, tapi begitu kenyataan dan jawabannya. 

Karena kondisi inilah penolakan terhadap Timnas Israel makin kuat dan akhirnya pada 11 Maret 2023 pukul 20.00 malam Wayan Koster mendapat konfirmasi Tim Israel lolos kualifikasi dan akan ikut bertanding di Bali.

“Tentu saja saya harus menyikapi ini dengan melihat berbagai pertimbangan. Pertama adalah secara ideologis itu dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung itu tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Israel dan kemudian juga ada aturan di Kementerian Luar Negeri itu,” katanya. (bp/ken)

Berita Terkait

Back to top button

Konten dilindungi!