Gibran Membeli Bakso
Gibran membeli satu mangkok bakso daging sapi. Dimakan bersama sunyi, sepi, dan sendiri yang memang diinginkan.
“Bagaimana andai aku membayar kamu tak pakai uang tapi pakai sebiji emas batangan murni antam 1/4 kilogram 99 karat?” kata Gibran kepada penjual bakso.
Tukang bakso tentu saja mau.
“Kamu tahu aku?” tanya Gibran.
“Tidak,” jawab tukang bakso itu. “Aku hanya tahu kamu pembeli yang baik hati. membayar dengan pengganti uang.”
Gibran pun mengakhiri makan semangkok bakso dan pergi melenggang jauh setelah menyerahkan sebiji emas batangan itu.
Yogyakarta, 2025
Gibran Membeli Sate Ayam
“Bagaimana kalau aku membeli satu porsi sate ayammu dan aku bayar dengan 2 biji emas batangan murni antam 1/2 kilogram masing-masing 99 karat?” ucap Gibran.
“Pastilah aku senang sekali. Orang seperti kamu tidak mungkin punya uang recehan, bukan?” ujar penjual sate ayam.
“Terima kasih kamu sudah sangat pengertian. Kamu memang mengerti kesulitanku jika membayar dengan uang recehan.”
“Sangat mengerti. Aku juga tidak akan menceritakan peristiwa ini kepada siapa pun. ini adalah rahasia di antara kita saja.”
Gibran pun menunaikan kewajibannya menukar 2 emas batangan itu dengan seporsi sate ayam.
Yogyakarta, 2025
Gibran Naik Gojek
Pengendara gojek pastilah kebingungan bukan kepalang saat Gibran turun dari motor dan bermaksud membayar jasa naik gojek dengan memberikan 3 buah emas batangan murni antam total 1 kilogram masing-masing 99 karat.
“Wah, jangan bercanda, Mas. Saya tahu ini bercanda.”
“Bercanda? Bercanda ndasmu!” kata Gibran.
“Wah, beneran, Mas?”
“Atau aku bayar saja dengan uang kertas dua puluh ribuan sesuai ongkos yang tertera dalam aplikasi?”
“Ya, terserah, Mas.”
“Oke aku bayar saja pakai cara dua-duanya. Aku beri kau uang kertas asli dua puluh ribuan dan 3 buah emas batangan murni itu.”
Tukang ojek online itu hanya mengulum ludah.
Gibran pergi dengan menyerahkan uang kertas dan emas batangan yang sudah dikehendakinya.
Yogyakarta, 2025
Gibran Membeli Baju Batik
Gibran membeli baju kesukaan berjenis batik di sebuah toko kecil di jalan Malioboro Yogya.
Penjual baju batik sangat senang didatangi dan malah hanya berniat memberikan saja. Tidak usah membeli, tidak usah membayar.
“Cukup dibayar dengan foto bersama Mas Gibran saja. Itu sudah mahal harganya. Tak sebanding dengan hanya membeli 2 buah baju batik,” kata penjual baju batik.
Gibran menolak pemberian baju batik dan tetap bersikeras membelinya. Setiap baju batik dihargai 1 kardus atau 2 kilogram emas batangan murni antam 99 karat. Jadi penjual baju batik itu total menerima 2 kardus.
Setelah Gibran pergi dan penjual baju batik itu mengucapkan terima kasih berkali-kali, tanpa diketahui siapa pun, ia pingsan.
Saat siuman penjual baju batik itu sudah memeluk tumpukan emas batangan pemberian Gibran.
Yogyakarta, 2025
Gibran Teringat Sunan Kalijaga
Memang, hanya Gibran yang selalu membeli sesuatu dengan menukarnya menggunakan emas batangan sekehendak ia maui.
Memang, seperti Sunan Kalijaga yang kadang mau juga membagikan hartanya sekehendak ingin kepada siapa pun. Tak bermaksud berlebihan.
Memang, Gibran tiba-tiba teringat Sunan Kalijaga. Sepenuh takjub. Ya, Sunan Kalijaga.
Yogyakarta, 2025
BIODATA
Satmoko Budi Santoso penulis banyak buku di antaranya, kumpulan esai sastra Ritual Karnaval Sastra Indonesia Mutakhir (Basa-Basi, 2020), kumpulan cerpen Uang yang Terselip di Peci (Basa-Basi, 2022), dan novel Kutukan Rahim (Basa-Basi, 2024). Penerima Anugerah Kebudayaan 2024 dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X.













