DENPASAR, Balipolitika.com- Kawasan Jalan Thamrin hingga Jalan Gajah Mada, Kota Denpasar, saat ini mengalami kepadatan akibat pengerjaan proyek penataan kawasan.
Dampaknya, arus lalu lintas di Jalan Gajah Mada, khususnya yang berdekatan dengan Kantor Wali Kota Denpasar terpaksa ditutup.
Selain itu, pengerjaan drainase juga tengah dipasang di sepanjang Jalan Gajah Mada yang berdekatan langsung dengan area toko-toko warga.
Kondisi ini menjadi sorotan Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Denpasar.
Anggota DPRD Kota Denpasar, Ketut Sudana mengungkapkan proyek pembangunan pedestrian di Jalan Gajah Mada sangat berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas.
“Untuk itu, kami mohon Dinas Perhubungan agar menempatkan personelnya di lapangan untuk mengatur lalu lintas sehingga kemacetan dapat diantisipasi,” ujar Sudana dalam pandangan Fraksi Partai Gerindra Denpasar.
Lebih lanjut, Sudana juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap material proyek penataan dan trotoarisasi guna mempercantik wajah kota.
Ia mengingatkan agar sisa material bongkaran tidak menimbun saluran drainase.
“Agar material bekas bongkaran tidak menimbun saluran drainase yang dapat menyumbat dan mengganggu aliran air, sehingga berpotensi menimbulkan banjir di kemudian hari saat musim penghujan,” tuturnya. (bp/tim)













