BULELENG, Balipolitika.com- Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha (FBS Undiksha) kembali menyelenggarakan The 3rd International Conference on Languages and Arts Across Cultures (ICLAAC) 2026 pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, konferensi internasional ini mengangkat tema “Innovation, Collaboration, and Sustainability of Languages and Arts across Cultures in Educational Transformation.”
ICLAAC 2026 menjadi ruang akademik untuk mempertemukan berbagai gagasan, perspektif, dan pengalaman dalam pengembangan bahasa dan seni di tengah dinamika pendidikan dan perubahan lintas budaya.
Melalui tema yang diangkat, konferensi ini menempatkan inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan sebagai bagian penting dalam transformasi pendidikan.
Kegiatan pembukaan ICLAAC 2026 dilaksanakan secara hibrid dengan menghadirkan sejumlah pembicara undangan dari berbagai latar belakang akademik dan profesional.
Mereka terdiri atas Dr. Thomas De Angelis, Dr. Alison Grove O’Grady, Dr. Catherine Smyth, Made Hery Santosa, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Dr. Li-Hsun Peng, serta Arif Bagus Prasetyo, S.Kom., S.S., M.Hum.
Kehadiran para pembicara tersebut memberikan ruang bagi peserta konferensi untuk memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan bahasa dan seni dalam konteks lintas budaya serta kaitannya dengan transformasi pendidikan.
Selain sesi utama, pelaksanaan konferensi juga didukung dengan agenda Zoom Breakout Room 1 sebagai bagian dari interaksi akademik dalam forum internasional tersebut.
Penyelenggaraan ICLAAC untuk ketiga kalinya menunjukkan komitmen FBS Undiksha dalam menyediakan ruang akademik yang mendorong pertukaran pengetahuan dan kolaborasi di bidang bahasa dan seni.
Konferensi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan memperkuat kontribusi bahasa serta seni dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Melalui ICLAAC 2026, FBS Undiksha diharapkan semakin memperkuat perannya dalam mendorong inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan bahasa dan seni lintas budaya sebagai bagian dari transformasi pendidikan. (bp/ken)














