GIANYAR, Balipolitika.com– Tim dosen Universitas Warmadewa (Unwar) yang terdiri atas Cokorda Istri Arina Cipta Utari, S.T., M.Ars., Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, M.T., dan Putu Nanda Indirahajeng, S.Ars., M.Arch. melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program konservasi dan penataan Pura Subak lan Pura Ulun Suwi di Desa Siangan, Kabupaten Gianyar, Bali.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi fisik kawasan pura yang mengalami penurunan kualitas akibat usia bangunan, pelapukan material, pengaruh cuaca dan kelembapan, serta belum optimalnya pemeliharaan dan penanganan konservasi secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil observasi lapangan, sejumlah elemen penting pura mengalami kerusakan cukup signifikan.
Dari enam tugu yang terdapat di kawasan pura, hanya satu yang masih relatif utuh, sementara dua lainnya masih menyisakan bagian bebaturan dan tiga tugu telah mengalami kerusakan berat hingga kehilangan bentuk awalnya.
Kondisi serupa juga terlihat pada bale piasan yang saat ini hanya menyisakan lantai dan elemen beton.
Sejumlah arca yang masih tersisa untuk sementara ditempatkan pada bangunan penyimpanan sederhana.
Sementara itu, bale gong dan bale pesandekan masih dapat digunakan untuk mendukung aktivitas keagamaan masyarakat, meskipun membutuhkan pemeliharaan lebih lanjut.
Melalui kegiatan pengabdian ini, tim dosen melakukan observasi, pengukuran, dokumentasi, identifikasi kondisi eksisting, serta diskusi bersama pengempon dan masyarakat setempat.
Hasil kajian kemudian menjadi dasar penyusunan konsep penataan layout dan konservasi kawasan dengan mempertimbangkan prinsip arsitektur tradisional Bali, hierarki kesucian ruang, kondisi fisik bangunan, serta keberlanjutan fungsi spiritual pura.
Penataan juga diarahkan untuk mengatur sirkulasi, zonasi ruang, area pelinggih, serta elemen pendukung kegiatan keagamaan agar kawasan dapat dimanfaatkan secara lebih tertata dan nyaman.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan dokumen perencanaan dan desain penataan kawasan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya dan arsitektur tradisional Bali.
Hasil perencanaan selanjutnya dapat menjadi acuan bagi Desa Siangan dan pengelola pura dalam melakukan rehabilitasi secara bertahap, pemeliharaan kawasan, serta pengembangan dokumentasi dan arsip sebagai bagian dari upaya menjaga nilai historis, budaya, arsitektural, dan spiritual Pura Subak lan Pura Ulun Suwi agar tetap lestari bagi generasi mendatang. (bp/ken)










