JAKARTA, Balipolitika.com- PT Pertamina Patra Niaga resmi memberlakukan penyesuaian harga ke bawah untuk sejumlah produk Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi pada pertengahan Agustus 2026.
Penurunan tarif yang sudah berjalan sejak awal bulan ini menyasar tiga varian unggulan berbasis bensin, yakni Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo. Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika pasar energi global sekaligus menjaga ritme daya beli masyarakat di dalam negeri.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, membeberkan bahwa penataan ulang harga produk nonsubsidi ini merujuk pada fluktuasi rata-rata harga minyak mentah dunia serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sesuai regulasi pemerintah yang berlaku.
“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat,” tutur Kitty dalam keterangan resminya di Jakarta, dilansir dari berbagai sumber.
Kitty menuturkan, kebijakan penyesuaian ini tidak sekadar mengekor pergerakan nilai tukar dan pasokan global, melainkan menjadi bagian dari strategi korporasi dalam menjaga kontinuitas distribusi energi. Pihaknya tidak ingin pasokan BBM nasional terganggu atau mandek di tengah perubahan tren harga pasar internasional.
“Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat,” sambungnya.
Dalam rincian harga yang berlaku mulai Agustus 2026 ini, produk Pertamax mengalami penurunan sebesar Rp300, dari tarif sebelumnya Rp16.250 per liter menjadi Rp15.950 per liter. Pengikisan harga yang lebih signifikan terjadi pada varian Pertamax Turbo, di mana konsumen kini cukup merogoh kocek Rp18.300 per liter dari harga semula yang menembus Rp19.300 per liter.
Sementara itu, varian ramah lingkungan Pertamax Green terkoreksi menjadi Rp16.600 per liter dari posisi sebelumnya Rp17.000 per liter.
Di sisi lain, untuk lini bahan bakar diesel nonsubsidi, Pertamina memilih menahan tarif tanpa perubahan. Harga Dexlite tercatat stabil di angka Rp19.700 per liter, disusul Pertamina Dex yang juga tidak bergeming dari kisaran Rp21.150 per liter.
Adapun untuk BBM bersubsidi yang menjadi tumpuan mayoritas masyarakat, pemerintah mematok harga tetap. BBM jenis Pertalite bertahan di harga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi dipatok sebesar Rp6.800 per liter.
Berikut adalah daftar harga eceran BBM Pertamina per liter yang berlaku sepanjang Agustus 2026:
-
Pertamina Biosolar (Subsidi): Rp6.800
-
Pertalite (Subsidi): Rp10.000
-
Pertamax: Rp15.950
-
Pertamax Green: Rp16.600
-
Pertamax Turbo: Rp18.300
-
Dexlite: Rp19.700
-
Pertamina Dex: Rp21.150. (BP/CHA).













