Balipolitika.com- Timnas Spanyol menjadi salah satu skuad termahal pada ajang Piala Dunia 2026 ini. Helatan yang digeler di tiga negara, dengan agenda empat tahunan ini, menempatkan Spanyol sebagai negara paling mewah. Sayangnya, hasil tidak semenarik kemewahannya.
Alasannya cukup jelas. Nilai pasar skuad asuhan Luis de la Fuente mencapai Rp26,38 triliun menurut data Transfermarkt. Lamine Yamal menjadi pemain termahal dengan harga pasar mencapai Rp4,14 triliun.
La furia roja gagal gagal total membobol gawang Tanjung Verde pada laga perdana penyisihan Grup H. Pertandingan berjalan sangat alot di Stadion Boston, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) waktu setempat. Raksasa Eropa itu harus rela berbagi satu poin.
Spanyol frustrasi di lapangan. Di sisi lain, pertahanan Tanjung Verde sebagai lawan sangat disiplin.
Singkatnya, taktik menyerang total La Furia Roja selalu mentah di area penalti Tanjung Verde. Mereka mendominasi penguasaan bola hingga 75 persen, namun minim kreativitas berbahaya.
“Kami kurang tenang dalam penyelesaian akhir,” ujar De la Fuente kepada jurnalis.
Sebaliknya, sang lawan tampil tanpa beban. Gencar serangan balik dilancarkan perwakilan Afrika itu demi mencuri gol kemenangan. Beruntung, bek Aymeric Laporte tampil lugas menyapu bola.
Kiper Tanjung Verde tampil kesurupan di bawah mistar gawang sepanjang 90 menit. Banyak penyelamatan krusial dibuatnya. Nico Williams ditarik keluar. Selanjutnya, Spanyol mencoba memasukkan Dani Olmo pada paruh kedua guna memecah kebuntuan skor. Tetap nihil hasil. Tembok pertahanan Cape Verde kokoh luar biasa bagai semen beton. Kiper lawan tangguh sekali.
Keputusan Aneh, Lamine Yamal jadi Cadangan
Berbagi satu poin di tengah gemerlap mahal skuad menjadi sorotan pecinta sepak bola dunia. Hal ini berhubungan dengan keputusan mengejutkan diambil pelatih Luis de la Fuente.
Sang Mega Bintang mereka, Lamine Yamal, masuk dari bangku cadangan. Ini terasa cukup aneh. Langkah krusial ini diklaim sebagai sesuatu yang terpaksa dilakukan pada laga pembuka itu.
Yamal diistirahatkan pasca-cedera. Demi kebugaran. La Furia Roja memakai formasi klasik 4-3-3 di lapangan hijau. Tetapi, absennya Yamal dan Nico Williams mengubah cetak biru penyerangan tim.
Sektor sayap kini dipercayakan kepada Ferran Torres dan Gavi. Mereka mendampingi Mikel Oyarzabal.
Kekuatan utama Spanyol dipastikan tetap bertumpu pada lini tengah. Trio Rodri, Pedri, dan Fabian Ruiz turun sejak menit awal laga. Tugasnya sangat berat. Mereka wajib mendikte total penguasaan bola.
“Kami tidak mau mengambil risiko fisik,” ujar De la Fuente.
Di kubu lawan, Tanjung Verde menurunkan skuad terbaik demi membuat kejutan besar. Pelatih Bubista memakai formasi 4-2-3-1. Berani sekali. Tim berjuluk Hiu Biru ini mengandalkan kiper veteran Vozinha di bawah mistar.
Lini belakang dikomandoi oleh Roberto ‘Pico’ Lopes bersama Diney Borges. Kokoh.
Singkatnya, mantan penyerang Lazio Jovane Cabral diplot sebagai motor serangan utama tim lawan. Tugasnya menyuplai bola manja ke penyerang berbakat Dailon Livramento. Kapten Ryan Mendes juga dipasang sejak awal guna memimpin organisasi permainan. Penampilannya gemilang.
Pertandingan berjalan ketat. Pada akhirnya, kedua negara harus puas berbagi satu poin. (BP/CHA).













