KLUNGKUNG, Balipolitika.com– Upaya memperkuat nilai-nilai demokrasi tidak hanya dilakukan melalui ruang-ruang formal, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang nyata.
Hal inilah yang tercermin dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi dan Bawaslu Peduli yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Bali di Kabupaten Klungkung.
Bertempat di Kantor Bawaslu Kabupaten Klungkung dan dilanjutkan di Panti Asuhan Semara Putra, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menggabungkan edukasi demokrasi dengan aksi sosial.
Dipimpin oleh Anggota Bawaslu Provinsi Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma dan Gede Sutrawan, kegiatan ini menyasar anak-anak panti asuhan sebagai generasi penerus bangsa yang perlu dibekali nilai-nilai demokrasi sejak dini.
Tidak sekadar agenda seremonial, kegiatan ini hadir sebagai wujud komitmen nyata Bawaslu Bali dalam menanamkan kesadaran demokrasi sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, pendekatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda.
Suasana haru dan hangat terasa ketika Pengelola Panti Asuhan Semara Putra, I Kadek Sukaria, menyampaikan kondisi anak-anak yang diasuh.
Sebanyak 31 anak dengan latar belakang beragam—mulai dari disabilitas, yatim piatu, hingga korban kekerasan—hidup dan tumbuh dalam keterbatasan.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejak pandemi Covid-19, tantangan ekonomi semakin dirasakan, sehingga pihak panti harus berupaya mandiri demi keberlangsungan hidup anak-anak.
Di tengah keterbatasan tersebut, pesan-pesan motivasi menjadi energi baru di mana I Nyoman Gede Putra Wiratma mengajak anak-anak untuk tetap optimis dan tidak menyerah pada keadaan.
Ia menegaskan, “keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan titik awal untuk membuktikan bahwa setiap individu memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.”
Senada dengan itu, Gede Sutrawan memperkenalkan peran Bawaslu sebagai lembaga pengawas demokrasi, sekaligus menanamkan pentingnya kesadaran berbangsa sejak usia dini.
Ia mendorong anak-anak, khususnya yang telah memasuki usia yang berhak memilih untuk mulai belajar memilih pemimpin.
Bawaslu mengingatkan bahwa “mereka berhak yang sama dalam pemerintahan untuk memilih dan dipilih,” sehingga bersiap untuk menentukan arah hidup dan arah bangsa ke depan melalui pengembangan diri dan pendidikan yg berkelanjutan tidak lagi melihat kebelakang yang tidak baik, untuk mulai mempersiapkan diri dalam menentukan arah hidup melalui pendidikan dan pengembangan diri yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Bali menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya mengawal proses demokrasi, tetapi juga turut membangun generasi yang berkarakter, tangguh, dan memiliki kesadaran demokrasi yang kuat.
Bawaslu Bali meyakini masa depan demokrasi Indonesia berada di tangan mereka yang hari ini terus belajar, bermimpi, dan berjuang dalam segala keterbatasan. (bp/ken)













