BISNIS, Balipolitika.com – Jika rupiah tembus 20 ribu, akan ada beberapa bahaya, termasuk krisis di dalam negeri. Berikut rangkuman beberapa bahaya yang mungkin terjadi jika rupiah terus anjlok:
Kenaikan Harga Barang Impor:
Barang-barang elektronik dan lainnya, yang bergantung pada impor akan mengalami kenaikan harga karena komponennya berbasis dolar.
Kenaikan Harga BBM dan Energi:
Indonesia masih mengimpor sebagian besar kebutuhan energi, sehingga kenaikan dolar akan meningkatkan biaya impor dan harga jual BBM.
Kenaikan Biaya Transportasi dan Logistik:
Harga transportasi publik dan pengiriman barang akan naik karena kenaikan harga BBM.
Kenaikan Harga Pangan:
Bahan pangan seperti kedelai dan gandum, yang impor akan mengalami kenaikan harga, sehingga mempengaruhi harga makanan sehari-hari.
Kenaikan Harga Sembako:
Banyak sembako yang bergantung pada pasokan global, atau bahan baku impor, sehingga kenaikan dolar akan meningkatkan harga sembako.
Penurunan Daya Beli Masyarakat:
Kenaikan harga barang dan jasa akan menurunkan daya beli masyarakat, terutama kelas menengah bawah.
Inflasi Tinggi:
Kenaikan harga barang dan jasa dapat memicu inflasi tinggi.
Penurunan Investasi:
Nilai tukar yang tidak stabil dapat membuat investor ragu untuk menanamkan modal, sehingga menurunkan investasi.
Penurunan Kepercayaan Masyarakat:
Kenaikan dolar dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Krisis Ekonomi:
Jika tidak ditangani serius, kenaikan dolar dapat memicu krisis ekonomi seperti tahun 1998. (BP/OKA)













