TABANAN, Balipolitika.com- Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kabupaten Tabanan yang akan dilantik pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Pelantikan Pengurus DPW PSI Bali dan DPS PSI se-Bali masa bakti 2025-2030, Sabtu, 24 Januari 2026 mencuri perhatian publik.
Pemantiknya adalah nama sosok Wakil Bupati Tabanan masa bakti 2021-2024 yang juga eks kader militan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, I Made Edi Wirawan, S.E.
Sebelum dilantik sebagai Wakil Bupati Tabanan masa bakti 2021-2024 berpasangan dengan I Komang Gede Sanjaya, publik luas mengenal sosok I Made Edi Wirawan sebagai kader PDI Perjuangan “tulen”.
Ia lahir di keluarga militan parpol berlogo “Segi 5 Kepala Banteng” sejak 1982 hingga akhirnya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sejak tahun 2019 sebelum akhirnya “dibuang” pasca terbitnya Surat DPP PDIP nomor: 1694/KPTS/DPP/I/2025 tanggal 15 Januari 2025 silam.
Meniti karier politik dari bawah, pengusaha merangkap politisi kelahiran Tabanan, 28 Desember 1971 itu tercatat membesarkan PDI Perjuangan sejak masih bernama PDI sebagai Ketua Kordes di tahun 1992 atau saat berusia 21 tahun.
Lima tahun setelahnya, pada tahun 1997 sampai dengan 1999, I Made Edi Wirawan dipercaya sebagai Pengurus Korcam PDI Kecamatan Kediri di mana kala itu kondisi politik dalam negeri sedang sangat panas imbas konflik internal dan tekanan politik era Orde Baru yang berujung pemaksaan mundurnya Megawati Soekarnoputri dari kepemimpinan PDI di tahun 1996.
Tetap bertahan, I Made Edi Wirawan naik tingkat memimpin Anak Ranting PDI Perjuangan Banjar Batugaing.
Selanjutnya, dari tahun 2004 hingga 2009 dipercaya sebagai Wakil Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Beraban dan logo “Segi 5 Kepala Banteng” berubah menjadi “Moncong Putih”.
Sembari membesarkan PDI Perjuangan, dalam rangka mengawal aspirasi masyarakat Tabanan, I Made Edi Wirawan juga berjuang di parlemen sebagai anggota DPRD Kabupaten Tabanan selama tiga periode berturut-turut, yakni dari tahun 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2020 sebelum akhirnya mengemban amanah sebagai Eksekutif Tabanan.
Kala itu, selain menjabat sebagai Wakil Bupati Tabanan, ia juga memimpin sejumlah organisasi maupun lembaga pemerintahan, di antaranya Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Tabanan, Ketua Badan Narkotika Kabupaten Tabanan, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan, dan Ketua LSM Gerakan Idealis Bung Karno (GIB) masa bakti 2014-2019, serta sejumlah organisasi lainnya.
“Kemesraan” I Made Edi Wirawan bersama PDI Perjuangan mendadak “renggang” secara tak sengaja saat mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas atau Plt. Bupati Tabanan.
Memenuhi undangan masyarakat adat di Banjar Dalem, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan, Sabtu, 12 Oktober 2024 silam, I Made Edi Wirawan tak sengaja bertemu dengan salah satu paslon kontestan Pilkada Tabanan 2024.
Meski kehadirannya murni urusan pemerintah bahkan kala itu ia menegaskan tidak ada pembicaraan soal politik sebelum akhirnya meninggalkan lokasi acara, foto I Made Edi Wirawan bersama salah satu paslon di Wantilan Pura Dalem Kahyangan, Desa Adat Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan itu dijadikan dasar pemecatannya dari PDI Perjuangan.
“Saya mendapatkan surat peringatan dari partai dan sudah saya jawab apa adanya. Saya murni diundang oleh masyarakat dan tidak tahu sama sekali ada paslon di sana. Saya sama sekali tidak berbicara politik kala itu. Bahkan saya tidak izinkan berbicara politik sebelum saya pergi. Tapi, tetap saja saya “dibuang” setelah 33 tahun berjuang membesarkan PDI Perjuangan. Meski demikian, saya tidak kecewa, saya ikhlas,”” ungkap I Made Edi Wirawan dihubungi, Rabu, 21 Januari 2026 pagi.
Move on dari kondisi itu, kini nama I Made Edi Wirawan mencuat bersama Sekretaris DPD PSI Tabanan, I Gede Putu Adhi Putera Negara dan Bendahara DPD PSI Tabanan, Ni Wayan Sukadani.
Disinggung soal babak baru dalam karier politiknya, I Made Edi Wirawan menjawab santun bahwa banyak hal yang masih harus diperjuangkan demi masyarakat Tabanan.
Partai politik, apapun itu tegasnya hadir untuk mewujudkan cita-cita bersama sekaligus menjadi pilar demokrasi guna menampung partisipasi rakyat dan pembentukan kebijakan publik.
“Saya merasa “dibuang” dari rumah lama dan kini berada di rumah baru bersama Partai Solidaritas Indonesia. Saya tegaskan bahwa saya merasa “dibuang”. Dalam perjalanannya, banyak partai politik yang mau meminang saya. Melihat PSI memiliki visi dan misi yang sesuai dengan hati nurani saya, akhirnya saya memutuskan berlabuh di PSI,” tegas I Made Edi Wirawan. (bp/ken)













