BALI, Balipolitika.com – Sungguh ironi, jika membandingkan 2 kabupaten ternama di Bali. Yaitu Badung dan Gianyar, khususnya ihwal dana untuk sekaa teruna teruni (STT).
Jika Badung malah menaikkan dana STT untuk pembuatan ogoh-ogoh, dari Rp20 juta menjadi Rp40 juta per STT pada tahun 2026. Gianyar malah menolkannya.
Padahal Gianyar tidak terlalu jauh, PADnya jika berbanding dengan Badung. Sebab Gianyar masuk 3 besar dengan Denpasar dan Badung ihwal pendapatan daerah di Bali.
Namun keputusan tidak memberikan apapun pada STT, sungguh sangat banyak yang menyayangkan. Jika melihat kemampuan APBD Gianyar.
Pemkab Gianyar kembali tidak menganggarkan dana pembuatan ogoh-ogoh untuk Sekaa Teruna Teruni (STT). Merupakan keputusan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra.
Pria asli Payangan ini, menegaskan kebijakan ini akan terus berlaku selama ia menjabat, bukan karena kekurangan anggaran.
PAD Gianyar, kata dia, mencapai lebih dari Rp1,6 triliun, melainkan demi mendidik generasi muda agar mandiri dan terampil berorganisasi.
Menurut Mahayastra, jika pemerintah memberi dana, STT justru akan menjadi manja dan fungsi organisasi sebagai wadah belajar kepemimpinan, komunikasi, gotong royong, dan manajemen keuangan akan rusak.
Dengan mencari dana sendiri melalui sumbangan masyarakat, dan pengusaha secara santun dan bergotong royong, pemuda belajar komunikasi, perencanaan, pengambilan keputusan, serta menyesuaikan konsep ogoh-ogoh dengan kemampuan dana.
Hal ini menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Namun hal ini pun menjadi pro dan kontra di tengah masyarakat. Ada yang setuju dan ada yang kurang setuju. Banyak pula yang meminta agar pengelolaan dana Rp 1,6 triliun itu harus transparan demi masyarakat Gianyar. (BP/OKA)













