DENPASAR, Balipolitika.com– Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menggelar kegiatan Balinomics Bersama Sobat Media di Denpasar, Jumat, 17 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi forum dialog antara Bank Indonesia dan insan media untuk berbagi informasi terkini mengenai perkembangan ekonomi Bali, kebijakan moneter daerah, serta penguatan ekosistem pembayaran digital.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perekonomian Bali terus menunjukkan kinerja positif.
Pada triwulan II-2025, ekonomi Bali tumbuh 5,95 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya dan di atas rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,12 persen.
“Pertumbuhan ini tidak lepas dari dukungan seluruh pihak, termasuk media yang terus menjaga optimisme publik terhadap ekonomi Bali. Suasana yang kondusif dan ekspektasi positif menjadi faktor penting bagi pemulihan ekonomi daerah,” ujar Erwin Soeriadimadja.
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali ditopang oleh empat strategi utama.
1. Akselerasi investasi daerah melalui proyek strategis dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
2. Penguatan pariwisata berkualitas (quality tourism).
3. Peningkatan produktivitas sektor pertanian dan hilirisasi produk lokal.
4. Percepatan digitalisasi sistem pembayaran.
Dua KEK unggulan di Bali, yakni KEK Sanur dan KEK Kura-Kura Bali menunjukkan capaian investasi yang menjanjikan.
Hingga pertengahan 2025, KEK Sanur mencatat realisasi investasi sebesar Rp5,3 triliun dan menyerap 4.677 tenaga kerja, sementara KEK Kura-Kura Bali mencatat investasi Rp1,06 triliun dengan 2.796 tenaga kerja.
Selain investasi, BI Bali juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi keuangan digital agar seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi dalam ekonomi digital.
“Digitalisasi sistem pembayaran mendorong efisiensi transaksi dan memperluas inklusi keuangan. Bank Indonesia terus berupaya agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan secara merata, termasuk di wilayah utara dan barat Bali,” jelas Erwin.
Data BI mencatat, hingga pertengahan 2025, terdapat lebih dari 1,1 juta merchant QRIS di Bali dengan total transaksi mencapai 43 juta kali dan nilai mencapai Rp10,1 miliar.
Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital.
Meski demikian, Erwin juga mengakui masih terdapat tantangan dalam pemerataan infrastruktur jaringan di beberapa wilayah, seperti di daerah Pandawa dan kawasan perdesaan lainnya.
Bank Indonesia bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk memperluas akses sinyal dan layanan digital di area tersebut.
Kegiatan Balinomics Bersama Sobat Media juga menjadi ajang apresiasi kepada media atas kontribusinya dalam menyebarluaskan informasi ekonomi yang akurat dan membangun optimisme publik.
Melalui forum ini, Bank Indonesia berharap sinergi antara regulator, pelaku ekonomi, dan media dapat terus terjalin untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. (bp/ken)













