BALI, Balipolitika.com – Tragis menimpa bocah 11 tahun asal Sidan, Gianyar, Bali bernama Putu OP. Ia harus kehilangan nyawa, usai hendak berenang pada hari Ngembak Geni, sehari setelah Nyepi.
Memang biasanya pada Ngembak Geni, warga Bali khususnya Hindu akan mandi ke pantai untuk menyucikan diri. Usai tahun baru Saka telah terlalui. Kejadian naas ini pada Jumat 20 Maret 2026 kemarin.
Ia bersama teman-temannya awalnya mandi di Sungai Melangit, Desa Sidan. Naas, saat tengah asik berenang, ia malah terseret arus sungai sampai meninggal dunia.
Jadi korban bersama empat orang temannya sempat berenang, sekitar pukul 15.30 Wita. Saat itu, kondisi sungai yang cukup dalam dan arus deras.
Dugaan karena kurang hati-hati, korban pun terseret arus hingga tenggelam. Teman-teman korban yang melihat kejadian tersebut, langsung memberi tahu warga sekitar.
Warga setempat langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Setelah upaya pencarian, korban akhirnya ketemu dalam kondisi mengambang sekitar 500 meter dari titik awal ia berenang.
Saat penemuan, warga pun berusaha memberikan pertolongan untuk menyelamatkan nyawa korban, dengan memberikan bantuan nafas. Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil.
Korban kemudian terbawa ke Rumah Sakit Family Husada Gianyar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun upaya medis pun tak berhasil menyelamatkan nyawa korban, yang telah tenggelam dalam waktu yang cukup lama.
Kapolsek Gianyar, Kompol I Made Adi Suryawan membenarkan hal tersebut. Kata dia, sebelum meninggal dunia, korban bersama teman-temannya bermain di sungai tanpa pengawasan orang dewasa.
“Korban bersama teman-temannya bermain di sungai, biasa anak-anak di waktu libur bermain ke sungai. Karena saat itu ia bersama teman-temannya, jadi tidak ada pengawasan dari orang tua,” ujar Kapolsek. (BP/OKA)












