Balipolitika.com– Kemenangan telak 4-1 Amerika Serikat atas Paraguay di Los Angeles Stadium membuktikan efektivitas taktik Mauricio Pochettino dalam memanfaatkan lebar lapangan. Tuan rumah langsung menggebrak sejak awal laga sesuai regulasi turnamen. Poin penuh diamankan.
Christian Pulisic tampil luar biasa sebagai motor serangan utama dari sektor sayap. Kecepatan sang kapten sangat merepotkan. Sebaliknya, lini pertahanan Paraguay yang digalang Gustavo Gomez sering terlambat menutup ruang kosong.
Folarin Balogun menunjukkan kelasnya sebagai penyerang masa depan lewat penempatan posisi yang cerdas. Dua gol berhasil diborongnya. Sangat klinis.
Tetapi, kelengahan sempat terjadi di lini belakang AS pada babak kedua.
Masuknya Mauricio mengubah dinamika permainan Paraguay yang sempat monoton. Gol hiburan tercipta. Singkatnya, koordinasi bek tengah tuan rumah harus dibenahi sebelum menghadapi laga berikutnya.
“Kami masih perlu mengevaluasi konsentrasi pemain,” tegas Pochettino saat konferensi pers.
Selanjutnya, keputusan memasukkan Gio Reyna terbukti jitu untuk mengunci kemenangan. Gol trivelanya sangat berkelas. Berkelas sekali.
Pada akhirnya, Amerika Serikat layak memuncaki klasemen sementara Grup D karena keunggulan kreativitas lini tengah. Paraguay terbenam di dasar. Skuad asuhan Pochettino kini menjadi favorit kuat untuk lolos ke babak sistem gugur turnamen akbar ini, pungkas pengamat sepak bola di area mixed zone.













