BADUNG, Balipolitika.com– Anggota MPR/DPD RI B-67, Niluh Putu Ary Pertami Djelantik mengajak keluarga besar Sekolah Taruna Garuda Bali memperkuat identitas, disiplin, dan persatuan bangsa demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan moral ini disampaikan sosok yang akrab disapa Niluh Djelantik itu di Aula Polres Badung, Sabtu, 13 Desember 2025.
Bersinergi dengan Kasat Intelkam Polres Badung, AKP I Gusti Lanang Jelantik, S.H., M.H. dan Kabaganalis Ditintelkam Polda Bali, AKBP Sindar Sinaga S.P. dan dipandu oleh moderator I Putu Dika Adi Suantara, S.Pd., Niluh Djelantik menyosialisasikan materi bertajuk “Nilai Empat Pilar Kebangsaan untuk Generasi Muda: Memperkuat Identitas, Disiplin, dan Persatuan Bangsa”.
“Fenomena krisis identitas, menurunnya internalisasi nilai-nilai luhur bangsa, serta mudahnya akses terhadap budaya global yang tidak selalu sejalan dengan jati diri nasional menjadi isu yang perlu diantisipasi secara serius,” ucap Niluh Djelantik.
Sosialisasi nilai empat pilar kebangsaan untuk generasi muda ini jelasnya menyasar setidaknya tiga tujuan utama.
Pertama, meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai nilai-nilai dasar kebangsaan yang terkandung dalam Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kedua, menumbuhkan karakter, disiplin, dan identitas kebangsaan pada siswa SMA Taruna Garuda melalui penguatan integritas, tanggung jawab, dan kesadaran sebagai warga negara yang berperan dalam menjaga persatuan bangsa.
Ketiga, menghadirkan ruang dialog edukatif antara pelajar dan narasumber untuk membangun pemahaman yang lebih kritis, terbuka, dan inklusif mengenai pentingnya Empat Pilar Kebangsaan dalam dinamika kehidupan generasi muda saat ini.
“Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan landasan fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keempat pilar tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dasar konstitusional dan ideologis negara, tetapi juga sebagai pedoman etik dan moral bagi seluruh warga negara dalam membentuk sikap, perilaku, serta karakter kebangsaan,” imbuh Senator RI Perempuan pertama Dapil Bali kelahiran 15 Juni 1975 itu.
Imbuhnya, bagi generasi muda, pemahaman yang kuat terhadap empat pilar kebangsaan menjadi kunci dalam membangun identitas diri, disiplin, integritas, dan rasa tanggung jawab sebagai warga negara.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, derasnya arus informasi global, serta intensitas interaksi lintas budaya, generasi muda menghadapi berbagai dinamika dan tantangan baru yang berpotensi mempengaruhi cara berpikir dan bersikap.
Dalam konteks tersebut, generasi muda di Bali, termasuk para siswa SMA Taruna Garuda, memiliki peran strategis sebagai calon pemimpin masa depan.
Ungkapnya, Bali sebagai daerah yang kaya akan adat, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal merupakan ruang penting bagi penguatan karakter dan identitas kebangsaan.
Para pelajar yang tumbuh dalam lingkungan budaya yang kuat sekaligus bersinggungan dengan perkembangan modern dituntut mampu menjaga keseimbangan antara kedisiplinan, integritas, wawasan kebangsaan, dan komitmen terhadap persatuan bangsa.
Oleh karena itu, penguatan pemahaman empat pilar kebangsaan menjadi langkah penting untuk memastikan generasi muda tetap berakar pada nilai-nilai nasional, memiliki sikap disiplin dan bertanggung jawab, serta mampu bersikap adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri kebangsaan.
“Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertema Nilai Empat Pilar Kebangsaan untuk Generasi Muda: Memperkuat Identitas, Disiplin, dan Persatuan Bangsa ini para peserta diharapkan mampu memahami bahwa nilai kebangsaan bukan sekadar konsep normatif, melainkan prinsip hidup yang tercermin dalam sikap toleransi, disiplin, persatuan, serta tanggung jawab sebagai warga negara,” harap Niluh Djelantik.
Memperkuat wawasan kebangsaan, pemahaman stabilitas kehidupan sosial, serta membangun generasi muda yang berkarakter kuat terangnya merupakan hal mutlak sebagai bagian dari masa depan Indonesia.
Dalam perjalanan diskusi ketiga narasumber menjabarkan topik-topik hangat, yakni (1) Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi karakter dan disiplin generasi muda; (2) Peran nilai kebangsaan dalam menjaga persatuan dan stabilitas sosial; (3) Tantangan kebangsaan di era digital dan globalisasi; dan (4) Peran generasi muda dalam menjaga keutuhan NKRI oleh Niluh Djelantik.
Materi oleh AKP I Gusti Lanang Jelantik, S.H., M.H. mencakup (2) Disiplin dan kesadaran hukum generasi muda; (2) Ancaman disintegrasi bangsa di era digital; dan (3) Peran pelajar dalam menjaga persatuan dan ketertiban sosial.
Sementara itu, AKBP Sindar Sinaga, S.P. memperkenalkan Forum Harmoni Segara Gunung sekaligus membahas isu-isu yang terjadi saat ini di Bali.
“Kami berharap diskusi ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap empat pilar kebangsaan sebagai pedoman sikap dan perilaku sehingga terbentuk karakter pelajar yang disiplin, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan. Pada akhirnya akan tercipta rasa persatuan, toleransi, dan tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda,” ungkap Niluh Djelantik.
Niluh Djelantik juga berharap sinergi antara institusi pendidikan, MPR/DPD RI, dan aparat negara dalam pembinaan generasi muda terus terjalin.
“Dengan penguatan nilai identitas, disiplin, dan persatuan bangsa, generasi muda diharapkan mampu tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter kuat, berintegritas, serta siap berkontribusi bagi masa depan Indonesia,” tutupnya. (bp/ken)













