BADUNG, Balipolitika.com– Video netizen bernama agra_sarikusuma di medsos Kutaselatan.news soal kondisi Kolam Taman Ayun, Mengwi, dan di-respost alias diposting ulang oleh medsos Denpasar Viral direspons tegas oleh Manajer Taman Ayun, Made Bagus Weda Diatmika, Senin, 18 Mei 2026.
“Sameton, niki kondisi Kolam Taman Ayun. Uli tuni semengan nyat malih sameton. Napi niki makade? Nah, cobak nak pikir karena napi? Mare bulan lalu niki pulangin benih ikan sareng pejabat terkait karena niki kondisi air kolam waktu nike debitnya sangat tinggi akibat air hujan, curah hujan yang tinggi, dan tidak bisa dibuka katanya. Karena sebelumnya ini kan juga kering beberapa bulan. Kemudian, sampun ditebarin benih ikan secara resmi sama pejabat waktu nike, nah mangkin sameton uli tuni semengan nyat kene malih sameton. Bene sampun be ke teben lakune. Konden ye bisa mukak pintu dam, adi kok bisa pesu yehne? Keto, ton? Engen ye to, ton?” demikian narasi yang disampaikan akun medsos agra_sarikusuma, Senin, 18 Mei 2026.
Merespons narasi netizen, Kepala Pengelola Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Pura Taman Ayun, Made Bagus Weda Diatmika menjelaskan bahwa kondisi Kolam Taman Ayun saat ini dipicu adanya kebocoran di 3 titik sehingga perbaikan harus dilakukan.
Selain perbaikan atas 3 kebocoran itu, Dinas PUPR Kabupaten Badung Bagian SDA juga akan menurunkan alat berat untuk pengerukan sedimen atau endapan lumpur dan rumput liar.
“Tentu pengerukan sedimen atau endapan lumpur ini tidak bisa dilakukan kalau air kolam tidak surut,” jelasnya.
Sembari mengucapkan terima kasih atas kepedulian terhadap kondisi Pura Taman Ayun, khususnya kolam, Made Bagus Weda Diatmika juga menyampaikan klarifikasi atas unggahan netizen dimaksud.
“Om swastyastu. Izin klarifikasi. Sebelumnya bukan penuh karena debit air hujan, tetapi memang pintu dam diperbaiki sudah dibuka atau ditutup dan saat ini sedang dalam tahap uji coba pintu. Namun, karena ada kebocoran 3 hari yang lalu, dibuka kembali untuk perbaikan kebocoran tersebut. Untuk penebaran benih, tidak dilakukan di kolam yang masih tahap uji coba, namun sepenuhnya bibit ikan yang sudah ditebar adalah di kolam area Utama Mandala Pura Taman Ayun. Matur suksema atas perhatiannya serta nunas doa restu semoga semua kendala bisa diatasi. Rahayu,” beber Made Bagus Weda Diatmika.
Sebagaimana diketahui, Pengelola Kawasan Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung, saat ini sedang melakukan pengurasan kolam setelah lebih dari satu dekade tidak dilakukan.
Langkah ini diambil menyusul tingginya endapan dan sedimen lumpur yang mengurangi kapasitas tampung air dan berdampak pada distribusi air ke area persawahan di hilir.
Made Bagus Weda Diatmika menjelaskan kolam tersebut memiliki peran vital dalam sistem pengairan pertanian. Air dari kolam Pura Taman Ayun mengaliri ratusan hektare sawah yang dikelola oleh tiga subak di wilayah hilir.
“Endapan lumpur sudah terlalu tinggi sehingga debit air yang tertampung menurun. Akibatnya, petani di hilir mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air,” ujar Made Bagus Weda Widiatmika beberapa waktu lalu.
Ia menyebutkan, pengurasan sebelumnya rutin dilakukan setiap lima tahun.
Namun, kegiatan terakhir tercatat pada 2014 san sejak itu, endapan lumpur tidak tertangani secara optimal.
Proyek pengurasan kembali dimulai pada November 2025 dan ditargetkan rampung sebelum Juni 2026.
Pengurasan dilakukan bertahap karena kolam menyatu dengan kawasan suci Pura Taman Ayun.
Tahapan awal diawali dengan matur piuning sebagai bentuk penghormatan secara niskala.
Secara normal, proses ini diperkirakan selesai satu hingga dua bulan, namun akibat kendala berkembang menjadi empat hingga lima bulan pengerjaan.
Kegiatan ini melibatkan Ida Cokorda Mengwi XIII selaku pemilik Pura Taman Ayun dan Puri Ageng Mengwi, Manajemen Taman Ayun, serta dukungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung.
Lumpur hasil pengerukan sebagian diangkut dan sebagian dialokasikan ke lokasi yang membutuhkan tanah urug. (bp/ken)













