BULELENG, Balipolitika.com– Objek wisata Air Terjun Tembok Barak yang berlokasi di Gg. Cengkeh, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali bangkit dari tragedi.
Sempat ditutup total selama sebulan penuh akibat insiden tragis yang merenggut nyawa seorang wisatawan asal Sleman, destinasi wisata yang memukau dengan ciri khas tebing kemerahan ini resmi dibuka kembali untuk umum sejak Kamis, 1 Juni 2026.
Berbenah pasca tragedi, pihak pengelola melakukan evaluasi besar-besaran terkait standar operasional keselamatan pengunjung di kawasan wisata alam tersebut untuk mencegah tragedi di bulan April 2026 kembali terulang.
Komang Agus Adi Permana Putra (36 tahun), pengelola Air Terjun Tembok Barak menjelaskan bahwa penutupan selama bulan Mei 2026 lalu merupakan prosedur wajib untuk melancarkan proses penyelidikan dari pihak kepolisian.
“Selama satu bulan penuh, yaitu di bulan Mei, objek wisata ini memang kami tutup. Hal ini dikarenakan masih dalam proses penyidikan oleh pihak berwajib. Namun, per tanggal 1 Juni 2026 kemarin sudah resmi kami buka kembali karena urusan di Polsek dan Polres sudah beres,” ungkap Komang Agus Adi Permana Putra saat ditemui di lokasi, Jumt, 5 Juni 2026.
Menyadari besarnya risiko wisata alam, Komang Agus Adi Permana Putra menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan perombakan sistem keamanan agar tragedi serupa tidak terulang.
“Keamanannya tiang perketat lagi di sana. Sekarang sudah ada petugas khusus yang berjaga dan memantau langsung ke bawah. Selain itu, alat-alat keselamatan seperti pelampung dan tali sekarang sudah tiang siapkan di area bawah biar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Tak hanya menyiagakan petugas dan alat keselamatan, pengelola juga memperbanyak pemasangan papan imbauan di titik-titik rawan.
Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pengunjung agar lebih berhati-hati.
Meski sempat dibayangi insiden tragis, pembukaan itu disambut antusias masyarakat dengan berkunjung ke Air
Terjun Tembok Barak.
Berdasarkan data resmi dari buku registrasi pengunjung pasca-pembukaan kembali di awal Juni 2026, arus kedatangan wisatawan langsung menunjukkan tren positif.
Pada hari pertama pembukaan, yakni Senin, 1 Juni 2026, tercatat sebanyak 24 orang pengunjung mendatangi lokasi ini.
Data buku tamu menunjukkan demografi yang beragam, mulai dari wisatawan asal Denpasar, Seririt, Tejakula, hingga dominasi warga lokal dari wilayah Singaraja sendiri.
Pergerakan kunjungan ini terus berlanjut pada hari-hari berikutnya, pada kurun waktu 2 hingga 5 Juni 2026, puluhan warga dari wilayah Paket Agung, Anturan, dan sekitarnya juga terdata hadir menikmati liburan.
Di akhir wawancara, Komang Agus Adi Permana Putra menaruh harapan besar agar pariwisata di Air Terjun Tembok Barak kembali pulih, terutama menjelang musim liburan mendatang.
Ia juga meminta dukungan masyarakat luas untuk turut mempromosikan wajah baru keamanan Air Terjun Tembok Barak.
“Kami berharap wisatawan tidak perlu ragu lagi. Rambu-rambu sudah kami lengkapi, tolong dipatuhi. Kami juga minta tolong dibantu unggah dan share di Facebook, TikTok, atau Instagram, biar tamu-tamu kembali ramai datang seperti dulu. Apalagi sebentar lagi mulai musim liburan. Semoga kunjungan makin meningkat,” pungkasnya penuh harap.
Dengan perbaikan fasilitas dan sistem keamanan yang lebih mumpuni, Air Terjun Tembok Barak kini siap kembali menyambut wisatawan dengan pesona alamnya yang aman, nyaman, dan menawan. (bp/Devita Wirani/4A/Basindo/Undiksha)













