JAWA TIMUR, Balipolitika.com– Endang Cahyaning Ayu (42 tahun), korban meninggal dunia akibat terseret banjir di Pasar Pengosari, Jalan Raya Canggu No.7, Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Rabu, 10 September 2025 dini hari sekitar pukul 04.10 Wita dimakamkan di kampung halamannya, Dusun Dam, Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis, 11 September 2025.
Sejumlah kerabat dan tetangga berdatangan untuk bertakziah sekaligus mengantar jenazah korban ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sumurmati.
Sebelum dipulangkan ke kampung halamannya, jenazah Endang Cahyaning Ayu sempat diperiksa di RSD Mangusada Bali.
Sementara suami korban, Jumali (57 tahun) selamat dan ikut menyaksikan pemakaman sang istri.
Jumali diketahui berhasil menyelamatkan diri setelah keluar dari mobilnya yang terseret arus dan berenang dan berpegangan pada pohon.
Pasutri itu menjadi korban banjir saat mengantarkan kue pesanan para pelanggannya.
Mobil yang dikendarai Jumali bersama istrinya terseret arus banjir di Pasar Pengosari, Jalan Raya Canggu No.7, Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Rabu, 10 September 2025 dini hari sekitar pukul 04.10 Wita.
Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina SIK.,MH., menjelaskan peristiwa tragis itu terjadi saat kedua korban mengendarai mobil Sigra putih berangkat dari Jalan Buana Raya, Denpasar Barat.
Dalam kondisi gelap, mobil itu terseret derasnya arus banjir saat melintas di Jalan Pasar Pengosari.
Sang suami dalam posisi mengendarai mobil sementara Endang Cafyaning Ayu duduk di kursi penumpang.
Menurut keterangan anak korban, Muhammad Saiful (26 tahun), kedua orang tuanya berangkat dari rumah untuk mengantarkan pesanan kue ke pasar dan warung langganan sekitar pukul 03.00 Wita.
Endang sempat menelepon dan mengatakan mobilnya terjebak banjir di dekat Pasar Pengosari sekitar pukul 04.10 Wita.
Namun, ketika Saiful mencoba kembali menghubungi sang ibu sekitar pukul 06.00 Wita, panggilannya tidak dijawab.
Beberapa jam kemudian, kabar duka datang di mana sang ibu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus hingga ke kawasan proyek villa di Banjar Kelecung, Kelurahan Kerobokan Kelod, Badung.
Jenazah Endang Cahyaning Ayu ditemukan terjepit di reruntuhan tembok bangunan.
Sementara itu, Jumali berhasil dievakuasi tim gabungan dan segera dilarikan ke RS Garbamed Kerobokan untuk mendapat perawatan medis dan kini masih dalam penanganan.
I Made Gede Gunarsa, Kelian Dinas Banjar Gede Kerobokan, mengungkapkan bersama tim melakukan pengecekan banjir di kawasan Pasar Pengosari sekitar pukul 04.30 Wita.
Saat itu, air menutup seluruh badan jalan sehingga jalur tidak terlihat sama sekali.
“Kami bersama tukang parkir pasar sudah berusaha menutup akses jalan agar kendaraan tidak melintas. Namun, derasnya arus membuat kejadian ini tak terhindarkan,” ujarnya.
Pasca kejadian, tim Damkar Badung, BPBD,dan perangkat desa langsung melakukan evakuasi terhadap kendaraan serta korban.
Hingga siang hari, kondisi air mulai surut dan akses jalan utama kembali bisa dilalui kendaraan meski masih menyisakan lumpur tebal dan material ringan yang terbawa banjir.
“Adapun mobil Sigra yang hanyut hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan,” pungkas Kapolsek Kuta Utara. (bp/ken)













