DENPASAR, Balipolitika.com– Anggota MPR/DPD RI B-67, Niluh Putu Ary Pertami Djelantik mengajak para siswa-siswi di Yayasan Pasraman Gurukula, Bangli untuk lebih cinta kepada bangsa dan tanah air Indonesia, Kamis, 11 Desember 2025.
Upaya memperkokoh empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal
Ika yang merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara itu dilakukan lewat acara bertajuk “Bangga Menjadi Anak Bali, Kuat sebagai Anak Indonesia” di Pasraman Gurukula, Bangli.
Aktualisasi empat pilar kebangsaan dalam kehidupan generasi muda, khususnya di Bali ini merespons arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang begitu pesat, generasi muda dihadapkan pada berbagai tantangan baru, mulai dari krisis identitas, lunturnya nilai-nilai kebangsaan, hingga pengaruh budaya global yang terkadang tidak selaras dengan kearifan lokal.
Media sosial, kemajuan informasi, dan gaya hidup modern di satu sisi membuka peluang besar bagi aktualisasi diri, namun di sisi lain juga berpotensi menggerus nilai etika, toleransi, dan rasa cinta tanah air apabila tidak dibarengi dengan pemahaman kebangsaan yang kuat.
Tampil sebagai narasumber utama, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik (Anggota MPR RI/DPD RI B-67) tidak sendiri, melainkan tandem dengan Ketua Yayasan Gurukula, I Wayan Arsada, S.Pd., M.Ag.
Niluh Djelantik menjelaskan Bali sebagai wilayah yang kaya akan nilai adat, budaya, dan spiritualitas memiliki peran strategis dalam menjaga jati diri bangsa di tengah perubahan zaman.
“Generasi muda Bali memiliki posisi penting sebagai penerus tradisi, sekaligus sebagai bagian dari generasi Indonesia yang hidup di era modern. Oleh karena itu, menjadi anak Bali yang berakar kuat pada budaya lokal sekaligus menjadi anak Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan merupakan suatu keniscayaan,” ucapnya.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema “Bangga Menjadi Anak Bali, Kuat sebagai Anak Indonesia: Aktualisasi Empat Pilar Kebangsaan dalam Kehidupan Generasi Muda”, diharapkan para peserta khususnya siswa-siswi Yayasan Pasraman Gurukula dapat memahami bahwa nilai kebangsaan tidak terpisah dari kehidupan sehari-hari, tetapi justru hidup dalam sikap toleransi, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta kebanggaan terhadap budaya lokal sebagai bagian dari identitas nasional.
Niluh Djelantik juga menjelaskan pentingnya Pancasila sebagai pedoman etika dalam pergaulan dan kehidupan digital.
Kepada peserta yang terdiri dari siswa-siswi Pasraman Gurukula, SMA Negeri 2 Bangli, SMK Negeri 4 Bangli, dan SMP Negeri 2 Bangli, Niluh Djelantik menegaskan bahwa UUD 1945 sebagai dasar hak dan kewajiban generasi muda dalam memperoleh pendidikan dan menyampaikan pendapat.
Niluh Djelantik juga menjabarkan makna NKRI dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman budaya daerah, termasuk Bhinneka Tunggal Ika sebagai kunci hidup rukun dalam perbedaan.
Senator perempuan pertama dari Pulau Dewata itu menggarisbawahi peran generasi muda Bali dalam menjaga budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.
Sementara narasumber I Wayan Arsada, S.Pd.,M.Ag. menjelaskan peran Pasraman Gurukula dalam pembentukan karakter dan jiwa kebangsaan.
Arsada menjelaskan Pasraman Gurukula menjalankan pendidikan berbasis nilai spiritual, budaya, dan moral serta penguatan disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
“Yayasan Gurukula berkomitmen membangun generasi muda Bali yang berkarakter dan berdaya saing. Kami mengintegrasikan nilai adat, agama, dan kebangsaan dalam kehidupan pasraman,” jelasnya.
Niluh Djelantik berharap kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Yayasan Pasraman Gurukula Bangli menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat karakter kebangsaan generasi muda yang berakar pada nilai spiritual dan budaya lokal.
“Dengan penguatan nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, generasi muda diharapkan tumbuh sebagai pribadi yang tangguh, toleran, dan siap menjadi bagian dari masa depan Indonesia,” tegasnya. (bp/ken)













