TABANAN, Balipolitika.com– Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan bergerak cepat. Tim menindaklanjuti laporan mengenai anjing liar yang menggigit pendaki. Sampel otak anjing diuji di laboratorium dan hasilnya positif rabies.
“Kondisi di lokasi hujan. Dikhawatirkan jalurnya licin. Kami perlu antisipasi tim untuk mem-backup pecalang yang sudah terlebih dahulu menuju ke atas,” jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Puskeswan 3 segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Mereka berupaya memastikan semua korban gigitan mendapat penanganan medis. Tercatat enam pendaki telah dirawat di UGD Puskesmas Pupuan I.
“Kondisi di lokasi hujan. Dikhawatirkan jalurnya licin. Kami perlu antisipasi tim untuk mem-backup pecalang yang sudah terlebih dahulu menuju ke atas,” jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Petugas medis memberikan perawatan awal yang vital. Mereka mencuci luka korban dengan air mengalir dan sabun. Selanjutnya, korban diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) sebagai tindakan lanjutan.
“Kondisi di lokasi hujan. Dikhawatirkan jalurnya licin. Kami perlu antisipasi tim untuk mem-backup pecalang yang sudah terlebih dahulu menuju ke atas,” jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Pemerintah daerah tidak mau mengambil risiko. Vaksinasi darurat segera diputuskan dan akan dilakukan. Lokasinya di Dusun Tibu Dalem, Desa Pujungan.
“Kondisi di lokasi hujan. Dikhawatirkan jalurnya licin. Kami perlu antisipasi tim untuk mem-backup pecalang yang sudah terlebih dahulu menuju ke atas,” jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Drh. Gde Eka Parta Ariana berpesan kepada warga. Ia meminta masyarakat tetap waspada dan tidak panik. Ia juga meminta warga untuk memvaksinasi anjing peliharaan mereka.
“Kondisi di lokasi hujan. Dikhawatirkan jalurnya licin. Kami perlu antisipasi tim untuk mem-backup pecalang yang sudah terlebih dahulu menuju ke atas,” jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. (BP/CHA).










