DENPASAR, Balipolitika.com– Alarm waspada harus dinyalakan di setiap diri masing-masing orang tua karena saat ini para pedofil berkeliaran di tempat keramaian.
Salah satu yang menyita perhatian adalah kasus dugaan pelecehan oleh pria tak dikenal dengan modus belanja dan pura-pura lupa bawa uang lalu meminta anak si pedagang mengikutinya berdalih akan membayar hingga akhirnya beraksi.
Aksi keji itu dilancarkan pelaku memanfaatkan keramaian car free day di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar.
Korban berinisial Ni Komang WBU (12 tahun) diduga menjadi korban pelecehan oleh pria tak dikenal yang memotong rambutnya dan bahkan memaksanya untuk menjulurkan lidah.
Kejadian ini membuat korban trauma berat hingga pihak orang tua resmi melaporkan kasus itu ke Polresta Denpasar, Selasa 14 Oktober 2025.
Orang tua korban, I Made CM (66 tahun) warga Renon menyebut buah hatinya diperlakukan tak senonoh oleh orang yang tidak diketahui identitasnya.
Sejak kejadian itu, korban ketakutan dan sulit tidur karena mengalami trauma berat.
Kronologinya, saat itu sang anak bersama ibunya sedang berjualan minuman di kawasan car free day sekitar pukul 09.00 Wita.
Seorang pria kurus, berusia sekitar 35–40 tahun mengenakan baju hitam, topi, dan tas selempang, datang membeli minuman.
Tak lama, pria itu meminta sang anak usia 12 tahun ikut dengannya dengan alasan akan membayar di tempat lain.
Tanpa curiga, gadis itu menuruti ajakan pria bertopi itu lalu setiba di area Monumen Bajra Sandhi yang sepi, lelaki itu mengeluarkan gunting dari dalam tasnya.
Pelaku kemudian memaksa korban menjulurkan lidah, mengambil foto, serta menyentuh bagian wajah, bahu, dan punggung.
Korban yang meronta-ronta menolak, justru harus menerima kenyataan mengerikan karena rambutnya dipotong dan pelaku kabur.
Seorang pengunjung yang melihat kejadian itu langsung mendekat dan menolong korban dan mengantarnya kembali ke orang tuanya.
Upaya keluarga untuk melapor sempat menuai kekecewaan sebab polisi yang berjaga di area Renon disebut tidak merespons laporan mereka dengan serius.
“Saya bukan hanya menjaga anak ibu, saya menjaga ribuan orang di sini,” ujar petugas tersebut seperti ditirukan orang tua.
Pernyataan itu membuat keluarga kecewa dan khawatir pelaku masih berkeliaran di kawasan Renon.
Untuk diketahui, kasus ini sempat viral di media sosial dan memantik keprihatinan warga Denpasar.
Banyak yang menyoroti lemahnya pengawasan di area publik, terutama saat kegiatan ramai seperti car free day.
Keluarga korban berharap polisi segera menangkap pelaku dan memastikan kejadian serupa tak terulang
Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi mengaku belum menerima laporan detail terkait kasus tersebut. (bp/sat/ken)













