DENPASAR, Balipolitika.com– Ni Putu Ayu Puspita merupakan salah satu mahasiswa Universitas Warmadewa yang saat ini menempuh perkuliahan di semester 6.
Selain sibuk berkuliah, Ayu Puspita aktif mengikuti berbagai ajang perlombaan hingga mendulang berbagai prestasi.
Teranyar, ia berhasil membawa prestasi membanggakan sebagai peraih Silver Medal Essay Competition 2nd International Student Summit di Malaysia pada 14-15 Februari 2026.
Selain itu, Ayu Puspita juga dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa tahun 2025.
Sebelumnya, Ayu Puspita juga tercatat sebagai penerima Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi tahun 2024.
Ayu Puspita juga sempat menyandang gelar Duta Bahasa Provinsi Bali Warta 2025 serta Penerima Hibah Institutional Support System Program Kompetisi Kampus Merdeka 2024.
Selain aktif mengikuti berbagai perlombaan, Ayu Puspita menyibukkan diri dengan mengikuti berbagai organisasi tingkat kampus, regional, dan nasional.
Organisasi dimaksud antara lain Pengurus KNPI Kabupaten Klungkung, Anggota Divisi Humas Paguyuban Duta Bahasa Provinsi Bali, dan Bendahara HIPMI Perguruan Tinggi Universitas Warmadewa.
Ayu Puspita pun kerapkali diundang sebagai narasumber, pembawa acara, moderator seminar dan podcast, baik di tingkat kampus maupun regional Bali.
Meski ada garansi privilege, menurut Ayu Puspita saat ini masih banyak mahasiswa yang takut untuk memulai berkecimpung dalam dunia lomba kurangnya merasa tidak punya pengalaman.
Pikiran seperti ungkapnya harus segera ditinggalkan dan setiap individu harus berani memulai karena itulah sejatinya modal ke jenjang yang lebih tinggi, yakni juara.
“Berani mencoba lomba-lomba itu membuka pintu ke babak-babak berikutnya. Kurangnya relasi juga membuat orang lain kurang tahu informasi lomba, atau kegiatan dan menjadi kurang update,” ungkap Ayu Puspita.
Baginya, publik speaking adalah hal yang sangat penting dan hikmah itu ia rasakan saat ini setelah sebelumnya sejak SMA berkecimpung dalam dunia tersebut.
Bagi Ayu Puspita, banyak orang yang memiliki kemampuan menulis, namun belum tentu bisa menyampaikan isi tulisannya dengan baik.
Sebaliknya, orang yang tidak bisa menulis, tetapi bisa menyampaikan pendapat dengan baik, relatif dapat memengaruhi dan membangun kepercayaan publik.
“Public speaking memiliki nilai yang penting di zaman sekarang ini,” tandasnya.
Keterampilan itulah yang mengantarkan Ayu Puspita meraiah status sebagai Duta Bahasa 2025 sekaligus beberapa kali menjuarai ajang lomba business plan competition.
“Business plan competition, tidak hanya tentang merancang bisnis, tetapi juga bagaimana kita mempresentasikan ide yang telah dibuat. Kemampuan public speaking sangat membantu dalam menyampaikan gagasan agar dewan juri dapat memahami apa yang ingin disampaikan,” tegas Ayu Puspita.
Ayu Puspita menambahkan pengusaan terhadap Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya juga sangat diperlukan.
“Untuk siap tampil di ruang publik, seseorang perlu terus melatih diri agar terhindar dari miss komunikasi dan mampu mematangkan ide maupun gagasan saat lomba,” ujar Puspita.
Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi ketika memasuki dunia kerja.
Menurutnya, kemampuan berbicara dan rasa percaya diri menjadi salah satu penilaian awal dalam proses wawancara kerja.
“Ketika masuk dunia kerja, kemampuan komunikasi dan rasa percaya diri sangat diperlukan. Cara kita menjawab saat wawancara menjadi penilaian pertama yang dilihat oleh HRD,” tambahnya.
Selain itu, menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan juga dapat memperluas relasi, melatih pola pikir kritis, serta menambah pengalaman dan portofolio untuk masa depan.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak takut memulai dan melawan rasa takut yang dimiliki.
“Lebih baik mencoba lalu gagal daripada tidak pernah mencoba sama sekali. Semasih muda, habiskan jatah gagalnya, karena rasa takut tidak akan pernah hilang kalau tidak dilawan,” tutupnya. (bp/Gede Eka Saputra/4A/Basindo/Undiksha)













