BULELENG, Balipolitika.com– Tumbuhkan kepedulian lingkungan, Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (HMJBSID), Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha mengenalkan ecoprint sebagai media edukasi lingkungan bagi siswa SD Negeri 3 Pedawa, Banjar Dinas Desa, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Jumat, 5 Juni 2026.
Edukasi lingkungan dan ecoprint merupakan program kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah yang diselenggarakan di Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni.
Program kerja ini memupuk tema “Mewujudkan Generasi Pemimpin yang Berteladan Melalui Harmoni Keakraban dan Aksi Nyata”.
Penerapannya dirancang untuk membangun pemahaman dan mendorong langkah kreatif siswa agar mampu memanfaatkan bahan alami dari lingkungan sekitar.
Ketua HMJBSID, Putu Nadia Marchsita Dewi (20 tahun) menyatakan bahwa kegiatan yang diselenggarakan ini berpijak pada permasalahan riil di lingkungan masyarakat saat ini, yaitu sampah plastik.
Ia menilai pemerintah saat ini sudah berusaha meminimalisasi hal tersebut melalui pemilahan jenis sampah.
Namun, di sisi lain pengolahan sampah organik juga penting untuk dikenali lebih dalam.
Selain dijadikan pupuk, sampah organik masih bisa dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat sebelum akhirnya membusuk.
Kegiatan edukasi lingkungan tentunya akan lebih menarik bagi anak-anak jika mereka bisa mempraktikannya langsung.
Melalui ecoprint, Duta Bahasa Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan daerah, yaitu Semara (19 tahun) dan Gusniati (19 tahun) menyatakan kegiatan ecoprint adalah kegiatan mencetak atau membatik di atas kain dengan bahan alami seperti daun, bunga, atau bagian tumbuhan lainnya.
“Kegiatan ini menarik untuk ditujukan pada anak-anak, karena ecoprint ini sangat ramah lingkungan, tentunya bahan-bahannya juga sangat mudah ditemukan. Jadi, dalam penerapannya anak-anak akan senang dan bersemangat dalam mengelola lingkungan,” ujar Gusniati.
Edukasi lingkungan dan ecoprint menjadi langkah awal untuk mengurangi penggunaan bahan kimia dan mulai memanfaatkan bahan alam.
Dalam penerapannya, HMJBSID menggunakan tote bag sebagai media utama siswa untuk menerapkan ecoprint.
Dalam penyampaiannya Nadia menekankan bahwa kegiatan seperti ini harus dikenalkan pada anak-anak sebagai fondasi awal.
Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya menyadarkan kita untuk mengelola sampah organik saja, tetapi belajar untuk mengurangi ketergantungan sampah plastik dengan cara membawa tas belanja.
Kegiatan tentunya berjalan lancar dengan bantuan dari seluruh fungsionaris HMJBSID yang berjumlah 63 orang, dengan peserta dari SD Negeri 3 Pedawa yang berjumlah 17 orang.
Lewat kegiatan ini, siswa diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan, menumbuhkan minat untuk berkreasi dengan bahan-bahan lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik. (bp/Ni Komang Putri Meilinda/4B/PBSI/Undiksha)










