SAMPAH REPUBLIK
Di kala negeriku gelap
Rumah mewah itu gemerlap
Di kala rakyat kelaparan
Mereka muntah kekenyangan
Di kala masyarakat mencari keadilan
Mereka jual beli kekuasaan
Menimbun hasil pencurian.
Dari pengeras suara
Pidato bergema
Bergema
Bergema
Janji Penguasa.*
Rmangun,03.03.25
MENGENANG MARSINAH
Arloji
Jarumnya berhenti
Disiksa mati
Tak tik, tak tik, tak tik.
” Suaranya mengganggu produksi”
Gonggong anjing.*
(1 Mei 2025)
BURUH
Buruh
Urat nadi tubuh
Mesin gemuruh
Seakan dunia runtuh
Menyanyi menari
Berdiri
Berlari
Berkejar kejaran
Upah kerja
Hari kerja
Dari desa ke kota
Kehabisan daya buat berlaga
Tetap saja riuh.
Buruh miskin merana
Bagi laba tidak setara.
Di desa
Di kota
Yang kuasa, yang pengusaha
Berdendang ria.
Buruh dan Tani urat nadi
Penghantar energi
Kemuliaan .*
(Rmangun, 30.04.2025)
PERCAKAPAN 2
Yuya sedang di mana?
Aku mau bertutur
Knalpot karatan batuk batuk
Di keramaian hiruk pikuk
Suaranya kamu dengarkan:
Rum rum rum
Or or or
Ru ru ru.
mor mor mor
Rum rum rum
Rrrrrrrrrrrrt
Morrrrrrrr
Knalpot karatan
Terbata bata
Menyemprotkan penistaan
Yuya ada dimana?
Ternyata engkau sudah di sana
Membersihkan knalpot besi tua
Ramai ramai bersama sama.*
Rmangun, 23.06.2
PERCAKAPAN 3
Mempercakapkan bambu
Ditanam di laut biru
Berderu
Deru
Di depan podium, seru
Setelah berlalu
Bisu
Membisu
Dibikin bisu
Siapakah yang tahu?
Tonggak bambu
Tinggi
Mengibarkan Sertifikat
Tiang Sang Merah Putih
Lebih rendah
Di perahu nelayan
Tonggak bambu
Diganti tembok batu
Bisu
Tanpa deru
Berderu.
Gelombang laut biru
Tonggak tonggak bambu
Diredam penguasa
Di tangan pengusaha.*
Rmangun, 24.06.25
PERCAKAPAN 4
Di depanku
Rebus ubi
Secangkir kopi
Dan mimpi
Copet,
Copet,
Copet………pet….petttttt
Orang berhamburan ke jalanan
Berlari
Lari
Jadi ombak bergelombang
Masih pakai daster,
Celana dalam,
Baju dinas
Lilitan handuk
Kerudung
Jadi ombak bergelombang
Gelombang
Copettttttt
Coooooooo
Petttttttt
Polisi,
Satpol Pepe
Tentara
Hansip berdiri tegak lurus
Di depan posnya masing masing.
Nyopet apa?
Nyopet apa?
Bikin laporan !
Orang orang bergumam
” Percuma”
Terus berlari mengejar pencopet.
Seorang pengejar copet
Akhirnya melapor ke petugas:
“Pencopet itu,
Nyopet kebenaran peristiwa Pak.”
” Wualahhhhhhh, dari tadi kek bilang.
Itu kan bukan urusan saya.”
Air bergelombang itu,
Terus mengejar pencopet.
Rebus ubi
Ampas kopi
Nikmatnya mimpi.*
Rmangun,25.06.25
BIODATA
Putu Oka Sukanta lahir di Singaraja, Bali, 29 Juli 1939. Dia mulai menulis sejak di bangku SMP. Buku-bukunya yang telah terbit antara lain Selat Bali (kumpulan puisi, 1982), Luh Galuh (kumpulan cerpen, 1988), Keringat Mutiara (kumpulan cerpen, 1991), Matahari, Tembok Berlin (kumpulan puisi, 1992), Kelakar Air, Air Berkelakar (novel, 1999), Merajut Harkat (novel, 1999), Kerlap Kerlip Mozaik (novel, 2000), Di Atas Siang Di Bawah Malam (novel, 2004), Rindu Terluka (kumpulan cerpen, 2005), Keringat Mutiara (kumpulan cerpen, 2006), Lobakan (Cerita Seputar Tragedi 1965/1966 di Bali, 2009), Istana Jiwa (novel, 2012).













