BALI, Balipolitika.com – Kasus Prada Lucky Cepril Saputra Namo, alias Prada Lucky anggota TNI AD yang bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere, NTT, masih berjalan. Namun kini sang ayah malah terkena batu sandungan 2 tuduhan serius.
Ia mendapat tuduhan serius ‘kumpul kebo’ dan dalam pemeriksaan Denpom, padahal kasus peradilan atas kematian anaknya masih berjalan.
Sontak hal ini pun, membuat netizen geram dan kebingungan. Banyak yang menduga, kabar ini hanya pengalihan isu agar orang tidak fokus pada peradilan para pelaku yang menganiaya Prada Lucky hingga tewas.
Prada Lucky tewas akibat penganiayaan oleh seniornya. Korban meninggal setelah menjalani perawatan empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo pada 6 Agustus 2025.
Kronologi Kejadian
Prada Lucky baru dua bulan menjabat sebagai tentara sebelum insiden ini terjadi. Ia pun kala itu mendapat tuduhan serius, yakni adanya isu kelainan orientasi seksual atau penyuka sesama jenis.
Entah bagaimana, atas dalih pelatihan dan sebagainya mendiang malah mendapat siksaan kejam dari para seniornya. Bahkan sampai perintah berhubungan badan dengan sesama lelaki. Jeritan kesakitannya pun tak mengentikan siksaan seniornya yang berjumlah 22 orang.
Keluarga Lucky mengungkapkan, bahwa korban mulai menempuh pendidikan di sekolah calon tamtama (Secatam) TNI AD pada Februari 2025 dan menjadi anggota TNI pada Mei 2025.
Ayahnya, Sersan Mayor Kristian Namo, meminta agar pengusutan kasus ini hingga tuntas dan hukuman bagi para pelaku adi setimpal. Saat menyuarakan ini, ia cukup lantang di media sosial.
Wajar saja, anak lelaki kebanggaannya mati sia-sia dalam siksa para senior. Karena perjuangannya lah, sang ayah mendapat tuduhan yakni tidak memercayai peradilan militer.
Ayah Prada Lucky pun menampik hal tersebut, ia mengaku tidak ada ujarannya dan niatnya tidak memercayai peradilan militer. Ia hanya meminta agar hukuman seadil-adilnya kepada para pelaku.
Kini ayah Prada Lucky kembali mendapat tuduhan serius, yaitu kumpul kebo. Hal ini pun membuat netizen geram, karena isu tersebut sudah berembus sejak 2018 namun malah sekarang jadi besar.
Untuk itu, netizen mendukung agar penyelesaian kasus Prada Lucky lebih dahulu dengan adil tanpa memandang jabatan dan lainnya, demi mengembalikan nama baik TNI AD. (BP/OKA)













